[Celoteh Santri] SEJARAH PERGURUAN TAPAK SUCI

[Celoteh Santri] – Perguruan Tapak Suci sebagai lembaga perguruan seni bela diri Indonesia yang memiliki perlengkapan, metode pembinaan, kurikulum pendidikan dan program. Tapak Suci secara resmi didirikan pada tanggal 31 Juli 1963, bertepatan dengan tanggal 10 Rabiulawal 1383 H. 

Sejarah Tapak Suci bermula dari dua pendekar kakak adik yang belajar pencak silat pada KH. Busyra di Perguruan Banjarnegara selama 9 bulan. Sang kakak yang bernama A. Dimyati melakukan pengembaraan ke daerah Cikalong, Cimande, dan Banten selama 3 tahun. Sementara adiknya A. Wahid selama 5 tahun berkelana di seluruh pulau Jawa dan Madura, belajar dari berbagai guru silat untuk memperdalam ilmunya

Setelah cukup lama berkecimpung dalam dunia persilatan, maka pada sekitar tahun 1925, keduanya mendirikan Perguruan Kauman. Di dalam perguruan Kauman, secara tegas digariskan dasar yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh semua murid-muridnya, yaitu:

1. Membina pencak silat yang berwatak serta berkepribadian Indonesia, bersih dari ilmu sesat dan syirik
2. Mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama serta Bangsa dan Negara
Sikap mental dan gerak langkah anak murid harus merupakan tindakan kesucian

Persiapan kelahiran Tapak Suci diprakarsai oleh Perguruan Kasegu asuhan dari Moh. Barie Irsyad. Akhirnya pada bulan Januari 1963 timbullah gagasan untuk mendirikan sebuah perguruan silat yang dilengkapi dengan Angkatan Dasar, seragam, symbol, kurikulum, serta metode pembinaan dan pendidikan dalam bentuk sebuah lembaga pendidikan yang permanent dan bersifat universal.

Maka atas rahmat dan ridho Allah pada 31 Juli 1963 bertepatan dengan 10 Rabiulawal 1383 H pukul 20.00 WIB lahirlah perguruan Tapak Suci secara resmi. Kelahirannya ditandai dengan sebuah pertemuan terbuka yang dihadiri oleh segenap tokoh-tokoh perguruan persilatan, bertempat di gedung Pesantren Aisyiah Kauman Yogyakarta.
 

PRASETYA TAPAK SUCI

– Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata
– Mengabdi kepada Allah, Bangsa, dan Negara serta membela keadilan dan kebenaran
– Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela
– Mencari perdamaian dan kasih sayang serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan
– Patuh dan taat pada peraturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan
– Dengan Iman dan Akhlaq Kami menjadi kuat tanpa Iman dan Akhlaq kami menjadi lemah
 

LAHAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ADZIIM

SEJARAH SINGKAT TAPAK SUCI PUTRI DARUNNAJAH

Tapak Suci pertama diadakan di DN berada di bawah naungan bag. Olah Raga OPDN dan mulai memisahkan dengan nama “ Organisasi Tapak Suci Putri Darunnajah” pada tahun 1991
Pengurus pertama Organisasi Tapak Suci Putri Darunnajah mulai dilantik dan dikukuhkan pada tanggal 27 Januari 1991
Pada periode pertama pelatih Tapak Suci berjumlah 3 orang yaitu K’ Yayat, K’ Eli, dan K’ Lin dari Jakarta Utara
Pada tahun 1991 diadakan Ujian Kenaikan Tingkat pertama kali diadakan di Darunnajah dan untuk ujian selanjutnya diadakan di luar pondok
Tahun 1993 Tapak Suci Putri DN pertama kali mengikuti lomba seni pada KEJURDA IPSI  se-DKI dan Alhamdulillah mendapat 2 trophy
Pada tahun 1994 berkat rahmat Allah SWT Tapak Suci Putri DN diijinkan untuk mengikuti pertandingan FIGHT untuk pertama kalinya pada KEJURDA IPSI se-DKI Jakarta II 
Pada tahun 1994 Tapak Suci mendapat kesulitan yaitu para pelatih putri dari Jakarta Utara tidak dapat meneruskan kepelatihannya di Darunnajah, maka diajukan permohonan pelatih kepada PIMDA Jakarta Selatan, disebabkan tidak adanya pelatih putri di wilayah Jakarta Selatan, maka atas persetujuan pembimbing dan Biro Pengasuhan Santri, mulai pertengahan Agustus 1994 latihan Tapak Suci Putri Darunnajah dilatih oleh dua orang pelatij putra yaitu K’Joko dan K’Qomarun.
Alhamdulillah meskipun dengan jatuh bangun Organisasi Tapak Suci Darunnajah angkatan ke-4 ini mengalami peningkatan dan kemajuan serta perkembangan baru.Perkembangan baru tersenut antara lain:
Mulai tanggal 2 September 1994 dibuka perpustakaan TSPD yang bertempat di Tapak Suci Office Gedung Al-Hamra lantai dasar
Mulai diwajinkan pemakaian manshet pada siswa setiap kali latihan
Dirubahnya jadwal latihan yang biasanya hari Ahad dan Selasa, kini menjadi Ahad dan Jum’at