Oleh Imam Khairul Annas
Santriwan kelas VI TMI Darunnajah
Pada hari Kamis, tanggal 14 Oktober 2010, telah berlangsung kegiatan Outbond bagi anggota SAPALA (Santri Pencinta Alam), Kegiatan ini dipanitiai oleh Pengurus SAPALA Masa Bhakti 2010-2011 yang semuanya merupakan santriwan kelas V TMI Darunnajah. SAPALA merupakan salah satu ekstrakurikuler yang ada di Pondok Pesantren Darunnajah. Kegiatan Outbond kali ini bertujuan untuk menigkatkan latihan fisik dan latihan mental bagi para anggota SAPALA. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang, santriwan kelas I TMI Darunnajah sampai dengan kelas V TMI Darunnajah, dan ada juga 2 santriwan kelas VI TMI Darunnajah yang keduanya adalah mantan pengurus SAPALA Masa Bhakti 2009-2010. Pembimbing kegiatan ini adalah Ustadz Agus Suhendi, beliau juga merupakan Pembimbing kegiatan SAPALA ini. Para peserta Outbond berangkat dari Pondok Pesantren Darunnajah pada pukul 07.00 mengunaka Kopaja, tempat Outbond yang digunakan terletak di bilangan daerah Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten.
Outbond kali ini merupakan salah satu program kerja SAPALA, selain latihan 2 hari seminggu, yaitu pada hari Senin sore dan Kamis sore, dan juga ada kegiatan pendakian gunung. SAPALA pada tahun ini diketuai oleh saudara Roby Choiruman, santriwan kelas V TMI Darunnajah, dan wakilnya saudara Iskandar Zulkarnaen, santriwan kelas V TMI Darunnajah juga, sedangkan Bagian Urusam Latihan adalah saudara Muhammad Fikri juga merupakan santriwan kelas V TMI Darunnajah. Fisik mereka dilatih dengan banyak wahana fisik yang ada disana yaitu antara lain Flying Fox dan Blind Wall Climbing. Blind Wall Climbing merupakan Pendakian Dinding namun dengan mata tertutup, memang agak berbeda dengan Wall Climbing-Wall Climbing yang biasa ada di tempat-tempat Outbond yang ada. Lain dari Flying Fox dan Blind Wall Climbing masih banyak lagi wahana-wahana permainan yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Selain itu, ada juga games yang diberikan oleh Penjaga tempat Outbond yaitu kegiatan Ice Breaking yang melatih mental serta kebersamaan dan kekompakan setiap kelompok, dan juga KIM yang melatih kepekaan panca indra, indra untuk melihat (mata), indra untuk mencium (hidung), indra untuk mendengar (telinga), indra untuk merasakan (lidah), dan yang terakhir indra untuk merasakan (kulit). Kegiatan Outbond ini, berlangsung pada waktu perpulangan santri setelah para santri menyelesaikan Ujian Mid Semester Pertama, dimana kepala sekolah menganjurkan kepada seluruh santri untuk mengadakan kegiatan yang bermanfaat, bukan hanya untuk pulang ke rumah saja, karena terkadang bagi sebagian santri pulang ke rumah hanya mendapatkan mudharatnya seperti meninggalkan shalat berjama’ah, namun bagi sebagian besar santri yang sudah terbiasa 24 jam menjalani kegiatan pesantren dengan sebaik-baiknya akan mengikuti jadwal kegiatan santri, yang mana kewajiban untuk shalat 5 waktu berjama’ah di Masjid Jami’ merupakan suatu kebiasaan dan memang ibadah adalah suatu kebutuhan.
Dalam liburan tiga hari tersebut, 3 bagian OSDN mengadakan kegiatan ketika waktu tersebut, antara lain yaitu Bagian Tapak Suci yang megadakan Pengembaraan bagi anggota COPAIRA (Corps Pasukan Inti Berbaju Merah) ke Anyer, Bagian Pengajaran melalui 3 Jam’iyyah mengadakan Bakti Sosial serta Tadabbur Alam ke Pondok Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi, Paleuh, Serang, Banten, serta kegiatan Bagian Olahraga melalui SAPALA-nya yang mengadakan Outbond. Para peserta Outbond SAPALA kali ini, kembali ke Pondok Pesantren Darunnajah pada pukul 19.00 setelah makan malam, merupakan waktu yang cukup lama untuk mengasah fisik dan mental para anggota SAPALA, sesuai dengan tujuan utama kegiatan ini. Dan semoga Kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para anggota SAPALA agar untuk terus rajin berlatih, serta menjaga dan mensyukuri atas alam yang telah diciptakan oleh Allah swt dengan sebaik-baiknya sesuai dengan namananya Santri Pencinta Alam, Amin.