[Celoteh Santri] Menuju Kepengurusan Baru OSDN 2008

PERAN GURU MENUJU KEPENGURUSAN BARU OSDN 2008-2009

             Diperkirakan pada tanggal 17-18 Februari 2008 ini, OSDN baru akan segera dilantik dan menerima amanah dari OSDN 2007-2008. Pada saat itu, tidak hanya kepengurusan akan dipindahjabatkan, melainkan juga akan menjadi suatu lembaran baru bagi para pengurus OSDN sebelumnya.

 

            Selain memikul amanah dan tanggung jawab dari jabatan yang diterima, para pengurus yang baru dituntut untuk bersikap lebih dewasa dan kreatif dalam memimpin. Sebagian dari kita mungkin berpikir apakah tidak terlalu cepat untuk memimpin dan memikul amanah sedangkan kami tidak merasa belum cukup mapan untuk mengurusi diri sendiri?. Pada dasarnya bergerak dalam organisasi akan dengan sendirinya membentuk kepribadian yang lebih dewasa dan matang sehingga ketakutan seperti itu tidak perlu dipikirkan.

 

            Banyak yang menaruh harapan kepada kepengurusan baru ini (terutama para Asatidz ) akan lebih baik dan lebih berwibawa dari kepengurusan kemarin. Banyak usaha yang telah dilakukan antara lain dengan melaksanakan Studi Banding ke Gontor. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa bahwa kunci terpenting untuk memajukan OSDN adalah dengan memilih pemimpin yang cakap dan tentunya perhatian yang besar dari para guru.

 

            Tidak mudah untuk memenuhi impian-impian itu, kecuali dengan kerja sama yang baik antara OSDN dan para santri seluruhnya ( tentunya saja dengan guru!). yang perlu diperhatikan pertama kali adalah memperbaiki hubungan antara pengurus dan pembimbing OSDN. Pembimbing OSDN juga ikut berperan untuk memajukan OSDN karena semakin besar perhatian mereka dan kecakapan mereka dalam menginspirasikan para pengurus maka akan semakin semangat para pengurus untuk bekerja.

 

            Pada akhirnya, pengurus hanyalah sekelompok remaja yang masih dalam proses pencarian diri. Terkadang mereka takut dalam bertindak tetapi mereka terkadang berlebihan juga. Mereka masih belum dewasa namun sarat akan ide dan pemikiran yang telah berkembang. Mereka butuh lebih dari sekedar guru melainkan sosok pendidik inspiratif dan penuh perhatian.  Guru yang semacam itu akan meninggalkan kesan yang dalam dan berpengaruh langsung pada cara berpikir santri. Itulah kebutuhan pokok para santri disadari atau tidak.

 

            Dengan demikian, utopia kemajuan OSDN akan benar-benar terlaksana. Yang terpenting adalah agar para pengurus harus bekerja Lillahi ta’ala dan menyadari bahwa dalam diri mereka yang masih muda serta belum matang terdapat wanita dewasa yang sedang tumbuh dan menginspirasi pemikiran mereka.