Aku berdiri di tengah padang rumput yang luas
Menikmati setiap sentuhan angin sore yang berhembus
dalam kesunyian ini aku merenung tentang dunia
tentang akhirat dan semua dosa yang pernah aku lakukan.
Ya Allah…
Sehina apa diriku yang pantas menerima laknat darimu?
Selemah apa diriku yang tak mampu menerima semua balasan atas khilaf yang pernah kulakukan?
Dan segembira apa diriku jika aku bisa mendapatkan surga-Mu?
Dalam relung hati ini, aku pernah bertekad untuk terus menjadi lebih baik di setiap harinya, aku ingin menjadi manusia yang tahu akan kebesaran Allah serta dapat mensyukurinya. Aku pun ingin menjadi manusia yang selalu bias melantunkan tasbih disetiap shalat khusukku.
Ku akui, aku sedikit lengah menjaga keimananku untuk dapat berdiri teguh mempercayai adanya kebenaran dan dapat menjauhkan diri ini dariperbuatan yang sekiranya dilarang oleh SangKhaliq.
Tak mudah bagiku untuk dapat menyempurnakan jiwa dan hatiku.
Berdiri tegak untuk dapat Istiqomah menuju jalan dan Ridho-Nya. Namun hidayah inilah yang memberikan aku kekuatan bahwa Allah telah memeberikan banayak jalan dan cahaya terang benerang bagi umatnya yang duduk bersimpuh siang dan malam untuk mencari pintu taubatnNya.
Dan lewat semua ini, disini, ditempatini, disaksikan dengan rintihan tangis sebagai wujud permohonan maafkukepada sang Illahi Rabbi.
Dan disore inilah bersama sejuknya dan semilirnya angin yang menemaniku untuk tetap bertasbih dan mengingat berbagai macam keajaiban yang telah diciptakannya.
By Auzia Nur Ernanda
Kelas IX MTs