(Celoteh Santri) Kisah Kartu Ujian Hilang

 

Sebagian para santri pasti ada yang mengalami kecerobohan. Mau itu dari hilangnya pulpen, baju, bahkan sandal yang kita pakai sehari-hari. Tapi yang satu ini, cerobohnya santri yang paling parah adalah "Hilangnya Kartu Ujian". Nah, bagi para santri yang sudah merasa kehilangan kartu ujiannya, jaga baik-baik dan jangan sampai hilang yang kedua kalinya. Disini ada tips-tips menjaga kartu ujian agar tidak hilang atau lupa dalam menaruh:

1.    Simpan ditempat yang sering dilihat oleh mata kepala.
2.    Bawalah selalu di kantung atas baju
3.    Jika bisa dilaminating atau di beri gantung kunci
4.    Kalau lupa dalam menaruhnya, ingat-ingat kejadian sebelum menaruh kartu ujian

Jika para santri yang kartu ujiannya hilang, para santri diwajibkan melapor ke Kantor Panitia Ujian yang terletak di samping BRT. Kemudian para santri melapor ke panitia ujian. Di dalam panitia ujian terdapat dua ustadz yang menerima laporan, yaitu: Ust Lili M.Darli dan Ust Hasyim Syaban. Kemudian setelah melapor diantara dua ustadz tadi, diminta nama kita, kelas kita, dan juga nomor ujian kita. Tetapi membuat kartu ujian tidak memakan waktu sebentar tetapi besoknya sudah bisa diambil.

Setelah besoknya, kartu ujian sudah menjadi milik kita tetapi kita harus kehilangan uang Rp 5.000,00 untuk membayar jasa membuat kartu ujian. Semoga bagi yang belum merasa kehilangan kartu ujian, berhati-hatilah karena kecerobohan dapat membuat kita sengsara dalam segala hal.