[Celoteh Santri] Ketika SKHUN MTs dibagikan

Oleh Imam Khairunnas
Santriwan kelas III TMI Darunnajah

SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional) bagi para siswa SMP, SMPLB, dan MTs baik negeri maupun swasta akan dibagikan pada hari Sabtu, 21 Juni 2008 secara serempak di seluruh Indonesia. Baik melalui surat, ataupun dengan cara dikirim melalui pos. Pada hari tersebut, para santriwan kelas III dibagikan SKHUN itu, pada pukul 08.55 para santri kelas III yang melanjutkan masih mengikuti Ujian Semester kedua dengan mata pelajaran Khot, jadi sebelum mengambil SKHUN tersebut kami masih harus bersiap – siap terlebih dahulu sekitar pukul 08.00 pagi, apalagi setelah kami mendengarkan pengumuman agar seluruh santri kelas III berkumpul di Masjid Jami’ Darunnajah bersama kepala sekolah yaitu Ust. Muhibbin pada pukul 08.30.

Ust. Muhibbin memberikan pengumuman tentang tata cara pengambilan SKHUN beserta syarat – syaratnya, seperti melunasi SPP hingga bulan Juni, melunasi pembayaran HIT (Heart Intellegence Training), mengembalikan buku pinjaman ke perpustakaan, dan lain sebagainya. Selain itu beliaupun juga memberitahukan kepada kita agar tetap sabar dan tabah jika kita tidak lulus UN, menurut satu – satunya media massa yang diperbolehkan dan yang ada di pondok pesantren Darunnajah (koran) lebih dari 15.000 siswa SMP yidak lulus UN di provinsi Jawa Timur, mendengar berita ini kami pun menjadi kaget dan tambah deg – degan.

Setelah itupun kami menuju ke ruang ujian masing – masing untuk mengerjakan soal – soal pelajaran khot, setelah 20 menit berlalu, apra pengawas di seluruh ruang ujian pun menyuruh kami yang sudah menyelesaikan ujian tersebut agar keluar dari ruang ujian, lalu pun kami menemui orang tua kami dan segera mengambil SKHUN tersebut di DST (Darunnajah School Teathre) bagi para santriwan. Pada waktu itu kami yang terus melanjutkan hingga ke jenjang Aliyah pun bertemu teman – teman kami yang tidak melanjutkan pendidikannya hingga Aliyah, karena teman kami yang tidak melanjutkan juga mengambil SKHUN tersebut untuk mendaftarkan diri ke SMA ataupun MA di luar.

Banyak dari kami yang bergembira karena mendapatkan nilai yang bagus, dan ada juga dari kami yang bersedih karena mendapatkan nilai yang kecil, setelah pembagian SKHUN tersebut, Ust. Muhibbin menganjurkan kepada kami agar bersujud syukur atas kelulusan ini, dan juga berterimakasih kepada orang tua kita dikarenakan beliau selalu mendo’akan kita disetiap sehabis shalat.

Untuk sementara ini memang masih belum ada yang tidak lulus, dan insya Allah lulus semuanya, karena masih banyak teman kami yang belum mengambil SKHUN, kami semua meminta do’a agar kami bisa lulu semua, seperti pada SMA dan MA Darunnajah, Amien.