oleh Imam Khairul Annas
Santriwan kelas VI TMI Darunnajah
Untuk menyambut datangya Bulan Suci Ramadhan, Bagian Bahasa Organisasi Santri Darunnajah Masa Bhakti 2010-2011 membuat Kantin Berbahasa yang terletak di Lantai Dasar Gedung Rayon Indonesia Baru. Kantin Berbahasa tersebut buka setiap hari, dua kali sehari, yaitu sore hari dan malam hari. Untuk sore harinya, kantin buka setelah shalat ashar sekitar pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB, sedangkan untuk malam harinya, kantin buka setelah shalat tarawih, yaitu sekitar pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 10.30 WIB. Kantin yang dijaga oleh para Pengurus Bagian Bahasa Pusat ini juga disebut dengan nama CLI's Caffe atau Kafe CLI yang merupakan akronim dari Central Language Improvement (Bagian Penggerak Bahasa Pusat).
Kantin tersebut mempunyai ciri khas lain dari tempat-tempat yang menjajakan jajanannya di Pondok Pesantren Darunnajah, seperti di Kantin Santri, Koperasi Santri, maupun Alfamart, semuanya dijaga oleh para karyawannya masing-masing. Namun, kantin yang baru dan hanya ada di dalam bulan puasa ini, hanya memberikan pelayanan bagi seluruh santri yang hendak membeli sesuatu hanya dengan berbahasa resmi, baik berbahasa Arab maupun berbahasa Inggris. Hal ini, merupakan salah satu keinginan Bagian Bahasa untuk meningkatkan bahasa bagi para santri.
Selain itu, manfaat lainnya dari Kantin Berbahasa ini, agar santri baru yang baru satu bulan mukim di Pondok Pesantren Darunnajah ini mulai terbiasa dengan bahasa resminya. Dikarenakan mencontoh kakak kelasnya yang juga diwajibkan untuk berbahasa resmi. Tidak semua makanan diperjualbelikan di Kantin Berbahasa ini, hanya dua macam yaitu roti bakar dan minuman. Untuk minuman terdiri dari pop ice yang terdiri dari berbagai macam rasa, dan juga susu baik susu hangat maupun susu dingin.
Bukan hanya para santri yang menjadi pembeli, bahkan ada juga ustadz yang membeli minuman di kantin tersebut. Pop ice regular seharga tiga ribu rupiah sedangkan pop ice yang spesial seharga empat ribu rupiah, dan roti bakar seharga dua ribu rupiah, cukup murah bagi santri dan tidak banyak merogoh kocek para santri.