Sore hari yang begitu indahnya,awan-awan yang berkumpul menjadi satupadu untuk menyaksikan para santriwan bermain bola,pergi untuk makan cemilan dan juga ada yang belajar karena ujian yang yang tinggal di dekat mata.Tetapi di suasana masing-masing kelas terdapat suatu acara yang dimana santriwan 1Aliyah akan memimpin anggotanya dalam suatu organisasi jamiyyahnya sendiri.Pergantian pengurus ini banyak disaksikan beberapa mata para alumni ataupun mantan pengurus tahun yang lalu.Seperti Jamiyyah Qori banyak disaksikan oleh ustadz yang dulunya Qori,kelas 3 Aliyah,2 Aliyah,calon pengurus dan juga adik-adik kelsanya yang begitu banyaknya.Sama juga dengan Jamiyyah Mubalighin yang beranggotakan calon-calon da`I yang masa depan.Jamiyyah ini hanya mengundang kelas enam,lima,dan juga adik-adik kelas 3,2,1 Tsanawiyah.Berbeda dengan Jamiyyah Tahfidz yang melahirkan khalifah-khalifah yang hafal Al-quran.Jamiyyah ini mengundang empat orang alumni darunnajah,dan juga kelas enam hingga adik kelas satu Tsanawiyah.
Acara ini berlangsung lumayan lama,Tetapi jamiyyah Mubalighin lebih cepat daripada jamiyyah yang lainnya,kira-kira 45 menitan dan disusul oleh Jamiyyah Tahfidz yang lamanya hanya 1jam 15 menit,tetapi Jamiyyah Qori-lah yang terakhir selesai.Dari beberapa santri dan juga alumni,banyak yang memilih calon ketuanya dari kejujurannya dan juga berpegang amanahnya yang betapa besar.Berikut hasil pemilihan ketua dan wakil masing-masing Jamiyyah:
1. Jamiyyah Mubalighin(JM)
- Erwin Mahendra=30 polling(Ketua)
- Ridho Hanan Asrowi=21 polling(Wa.Ketua)
- Fahmi Nurhadian=20 polling
2. Jamiyyah Qori(JQ)
- Ahmad Muammar Qadhafi=46 polling(Ketua)
- Awallul Bilal=43 polling(Wa Ketua)
- Khusnul Qari=36 polling
3. Jamiyyah Tahfidz
- Abdullah(Ketua)
- Choirul Hanifi(Wa Ketua)
So…jadi para anggotanya atau adik-adik kelasnya sekarang harus mematuhi peraturan yang dianjurkan atau dinasehati sekarang.Tidak boleh melanggar peraturannya,karena kakak kelas itu selalu benar seperti pasal 1 Darunnajah.”Pokoknya JM harus menyampaikan sesuatu walaupun hanya satu ayat”,tutur K Erwin.Tahfidz pun juga punya motto sendiri yaitu”Disana ada kemauan,disitu ada jalannya