[Celoteh santri] Dibalik mewahnya Jakarta

Jakarta, apa yang langsung terlintas di benak kita tentang kota tersebut?

Yang pasti ibu kota dari Negara kita, tempat cari kerja,  pusat pemerintahan Negara, atau juga bisa sebagai tempat mencari nafkah. Penduduk Indonesia banyak yang berurbanisasi ke kota Jakarta untuk mencari kerja, karena mereka berpikir jika mereka ke Jakarta mereka bisa mendapatkan pekerjaan dengan upah yang memuaskan. Padahal tidak banyak dari mereka yang beruntung mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Jika kita berjalan melewati Jalan Soedirman atau Thamrin, maka kita akan lihat gedung-gedung yang tinggi, tempat kantor-kantor DuBes Negara Asing dan orang-orang kantor yang super sibuk, rasanya seperti bukan berada di Negara sendiri. Tapi coba kita tengok di balik gedung-gedung tersebut, banyak sekali perumahan-perumahan kumuh dan sampah yang menumpuk. Apakah mereka mendapat perhatian dari pemerintah?

Lalu kita bergeser ke Jakarta Utara,  dimana tempat yang sangat dekat dengan laut jawa dan di sana terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat terkenal, Ancol. Tapi ada suatu hal yang sangat mengganggu ketika kita masuk ke kota tersebut, sebuah pemandangan yang kurang indah, sungai yang berwarna hitam dengan tumpukan sampah yang berada di sekitarnya. Siapakah yang bertanggung jawab atas ini semua?

Seharusnya pemda dan warga yang berada di sekitar sungai tersebut menyadari akan hal itu, setidaknya mereka mengadakan gotong royong untuk membarsihkan sungai tersebut, demi terciptanya lingkungan yang asri, bersih, dan sehat. Serta meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga kebersihan.

Sebagai pusat pemerintahan Negara, seharusnya kota Jakarta bisa menjadi panutan bagi kota-kota lainya, tentu dengan dukunga dari pemerintahnya dan warganya.