Tepat pukul 15.30 hari Kamis tanggal 24/01/2008 para peserta pengembaraan yang tak lain adalah santriwan dari kelas IV,berangkat menuju Villa Darunnajah di Cipanas,Bogor,Jawa Barat dengan berjalan kaki menuju kearah Cipulir dan menumpangi Kopaja bernomor 614 yang bertuju kearah pasar minggu.Dan sesampai di Pasar Minggu para peserta langsung menuju ke Stasiun Pasar Minggu,yang dimana disana telah ada panitia yang menunggu untuk membagikan tiket dan memberi pengarahan.Setelah semua jelas para peserta pun berangkat menuju ke Stasiun Bogor dengan menumpangi kereta ekonomi super yang penuh sesak dan pengap.Memang bisa diakui,tak ada yang merasa nyaman berada di dalam kerata ekonomi super itu selain penuh sesak dan pengap,para penumpang nya pun harus ekstra hati-hati,karena tak hayal di dalam kereta itu bisa terjadi tindak criminal,seperti yang di alami oleh seorang Mahasiswi dari Universitas Indonesia.
Tas yang ditenteng oleh nya di bawa kabur oleh dua kawanan pencopet.Karena telah lihai dua orang pencopet itu pun berhasil kabur.Mahasiswi itu hanya bisa menjerit melihat aksi itu sambil meneriakan permintaan tolong,namun bagaimana bisa menolong,penumpang yang lain juga tak bisa bergerak karena keadaan kereta yang penuh sesak dan pengap.Tetapi yang meherankan kenapa para pencopet itu bisa dengan secepat itu menghilang tanpa jejak.Setelah kejadian itu para peserta saling berbisik untuk menjaga diri dan saling menjaga.
Tak lama kemudian kereta pun memasuki Stasiun Bogor,dengan perasaan senang para peserta pun keluar dari kereta dengan tertib,tak heran para peserta menjadi pusat perhatian seluruh orang yang ada di dalam Stasiun,selain aneh karena memakai baju pramuka,para peserta pun menjadi pusat perhatian orang karena mereka berjalan berbaris seperti bebek di pematang sawah .tak bisa di pungkiri para peserta pun jadi salah tingkah, "aduuh nggak enak di liatin gini!!!!"celetuk salah seorang peserta yang bernama Khoidi Umar Al-Katiri, santriwan yang berasal dari Timor Leste itu, sambil tersenyum malu. Setelah melapor di Pos panitia Para peserta pun melanjutkan perjalanan kearah Baranang Siang dengan menumpangi Angkot bernomor 03. Dan dari Baranang Siang menuju ke Arah Ciawi. Setiba di Ciawi, para peserta kembali melanjutkan perjalanan ke arah Cisarua.
Ketika sampai di Cisarua karena tak ada waktu untuk istirahat,maka para peserta kembali melanjutkan perjalanan kearah Taman Bunga.Tepat Sembilan kilo meter sebelum sampai di Taman Bunga,para peserta turun dari Angkot dan melanjutkan perjalanan ke arah Taman bunga dengan berjalan kaki.memang sangat melelahkan,tapi inilah PENGEMBARAAN yang sesungguhnya.Setelah lelah berjalan sejauh Sembilan kilo meter, akhirnya para peserta pun tiba di Villa Darunnajah tepat pada pukul 22.00 WIB.Inilah kenikmatan yang sesungguhnya, setelah menempuh perjalanan yang amat jauh dan memakan waktu berjam-jam akhirnya para peserta pun tiba di tempat tujuan."Sumpah!!!ini jalan kaki yang paling jauh yang pernah ane tempuh "kataseorang santriwan yang bernama Ahmad Multazam yang berasal dari Bekasi,dengan raut wajah yang amat lelah.
Setelah beristirahat untuk menghilangkan rasa capai,para peserta pun menikmati makan malam.Walau hanya berlaukkan mie,sambal,dan kerupuk,tapi itu sudah sangat enak bagi para peserta yang selama perjalanan tak sempat makan, karena mengejar waktu untuk tiba ke tempat tujuan dengan tepat waktu.Dan itu telah berhasil di laksanakan oleh para peserta.
Begitulah kurang lebih Diary perjalanan para peserta yang sangat melelahkan namun sangat berkesan di hati para peserta.
Dan sampai jumpa di Pengembaraan tahun depan.
(Naskah asli tanpa di edit Redaksi)