[Celoteh Santri] Custom House ala pesantren

Setelah para santri libur Mid Semester yang ke-2, Para santri harus kembali lagi ke pondok tercinta ini pada hari Ahad kemarin, sekaligus pengambilan raport hasil mid semester tersebut. Para santri beserta walinya agak merasa pusing dan ribet, karena setelah masuk pesantren, diwajibkan para santri untuk membayar SPP bulan April di TU Keuangan. Para santri dan beberapa wali santri agak berebutan untuk mengantri ketika saat pembayaran, dikarenakan ruang yang sempit dan juga sumpek. Akan tetapi proses pembayaran tersebut berjalan dengan lancar.
Setelah membayar SPP bulan April, para santri pun akhirnya mengambil rapot hasil ujian mid semester kedua kepada wali kelas – wali kelas mereka masing – masing di kelas, setelah itu para santri menunggu hal yang paling ditunggu-tunggu yaitu masuk asrama. Sebelum masuk asrama para santri memasuki CUSTOM HOUSE yaitu bertempat di ruangan pengasuhan santri gedung Nusantara lantai satu.

Di Custom House, pertama kali yang diperiksa adalah tas –tas, barang – barang yang tidak boleh dibawa ke pesantren seperti barang – barang elektronik semuanya kecuali hanya setrika saja, majalah – majalah yang bukan islami, kaos – kaos yang bertuliskan aneh – aneh pun ikut menjadi barang sitaan para ustadz, sebenarnya sih itu memang kesalahan para santri yang membawa barang – barang yang telah dilarang oleh para ustadz sebeum mereka pulang ke rumah mereka masing – masing.

Setelah itu pun custom house masih belum selesai masih ada pemeriksaan rambut dan juga pemeriksaan kuku oleh Ust. Ahmad Mustaghfirin, Ust. Agus Suhendi, dan juga Ust. Syukran Abdullah. Setelah pemeriksaan kuku para santri pun mencoret nama mereka masing – masing sebelum mereka keluar ruangan custom house.

Setelah itu para santri pun tidak boleh keluar asrama lagi hingga malam hari demi lancarnya proses filterisasi barang – barang yang dilarang untuk dibawa ke pondok. Namun menurut Ibnu Hadi Sudrajat, santriwan kelas III TMI Darunnajah, seharusnya setelah custom house para santri boleh untuk keluar asrama untuk menemui orang tuanya, dan agar para santri tidak membawa barang – barang yang dilarang agar gerbang NUSANTARA dijaga Ustadz.