[Celoteh Santri] Cerita unik ala santri 7

Cerita Unik Ala Santri 7          

Kalo ngomongin masalah uang koin, emang bener banget kalo uang koin tuch penting banget buat para santri. Kadang-kadang kalo ane pikir, Telpon Umun   yang isi koinnya terbanyak mungkin Telpon Umun Putra Darunnajah. Mau tahu kenapa ane bisa berpikir kaya’ gini, baca aja cerita ini : 

Jadi gini ceritanya, malam itu ada razia lemari buat santri Tsanawiyah.           Dhani ( Bukan Nama Sebenarnya ) yang dikenal sebagai seorang santri senior yang super duper sering buanget nelpon di Telpon Umum ini turut memeriksa isi lemari para santri Tsanawiyah. Setelah beberapa lemari telah diperiksanya, Ia membuka isi lemari        Ihsan ( Bukan Nama Sebenarnya ) Santriwan kelas 1 Tsanawiyah ini jantungnya berdebar kencang banget pas lemarinya akan diperiksa. Ia takut kalau foto dan surat-surat dari kakaknya di putri disita dan dipermasalahkan. Lemari rak pertama sudah selesai diperiksa, Dhani pun berlanjut ke rak berikutnya. Ihsan benar-benar takut apabila Dhani menemukan foto dan surat-surat dari kakaknya di rak ke dua. Akan tetapi Dhani tidak menemukan foto dan surat-surat yang Ihsan maksud di rak kedua, Ia pun berlanjut ke rak ke tiga. Setelah diperiksa ternyata tidak ada barang haram di dalam rak ketiga. Dhani pun memeriksa rak keempat. Nah para rak keempat inilah Dhani menemukan kantong yang berisikan kepingan koin, kira-kira koin yang ada di dalam kantong tersebut sebanyak Rp 2.000,-  Tanpa berpikir panjang Dhani langsung memanggil Ihsan. Dengan hati berdebar karena Ihsaa takut jika ada barang haam yang disita dan dipermasalahkan Ihsan pun langsung mendekat ke Dhani. Dengan santainya Dhani berkata :

 “ Koin ini boleh buat ane ga?? ”  

Huhh.. Ihsan sangat bersyukur ketika ucapan itu yang keluar dari mulut Dhani. Dengan ihlas Ihsan berkata : “ Yaudah kak buat kakak aja.

Setelah memeriksa lemari Ihsan, Dhani pun langsung pergi ke Telpon Umum yang lokasinya di depan Taman. Karena lemari Ihsan adalah lemari terakhir yang harus Ia periksa di dalam kamar RINBA 401. Dengan rasa senang Dhani menelpon temannya hingga pukul larut malam. 

Huhh.. Kocak juga sih ye.. kalo ngeliat kehidupan para santri yang serba hemat ini.. Nelpon ngapain ke wartel, buang-buang duit aja. Kecuali kalo buat santri yang rumahnya di luar JABODETABEK, itu wajib ke wartel. Dari cerita diatas bisa kita bayangin demi menelpon santri bisa meminta pada adik kelasnya. Nah buat anda para wali santri, mending pas anda mengunjungi putra/putri anda. Kasih aja putra/putri anda uang koin minimal Rp 2.000,- lah buat nelpon, biar nggak terjadi lagi hal kaya’ gini. Tapi nggak dikasih juga nggak apa-apa. Kan namanya juga Santri. Kalo nggak gini ya.. Nggak ada ceritanya kalo udah jadi alumni. Hehehe…