[Celoteh Santri] Cerita Peserta Pertukaran Pelajar

[Celoteh Santri] Cerita Peserta Pertukaran Pelajar

Assalamualaikum,
Saya Dian Nieta Azizah, santri kelas VI yang mengikuti pertukaran pelajar ke USA melalui program AFS-YES.
 
Alhamdulillah sudah hampir satu bulan saya tinggal di daerah Wichita, Kansas. Sekitar 2 jam dari Kansas City. Bukan kota besar seperti New York atau Washington DC, Wichita hanyalah sebuah kota kecil yang sangat sepi. Lingkungannya termasuk dataran rendah, dan banyak sekali daerah yang masih kosong tanpa bangunan.
 
Walaupun di kota kecil, fasilitas di sini juga lengkap. Ada swalayan, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya. Bahkan ada masjid di sini. Dan saya sekeluarga (yang alhamdulillah ditempatkan di keluarga muslim) rutin mengunjungi masjid setiap weekend, karena jarak rumah ke masjid tidak dekat.
 
Culture-shock yang saya alami banyak sekali. Semuanya memang berbeda. Apalagi nilai sopan santun di sini. Memang cuma Indonesia yang punya tata nilai yang bagus. Di sini, yang paling kelihatan, adalah ketika kita berkomunkasi kepada orang lain, baik yang lebih tua ataupun yang lebih muda. Tidak ada bedanya. Kalau kita berbicara kepada teman, ya begitulah cara kita bicara kepada orangtua ataupun orang yang lebih dihormati.
 
Sistem pendidikan apalagi. Saya masuk sekolah SMA umum -Northeast Magnet High School- yang cukup bagus di daerah Wichita.Bedanya High School di sini dengan SMA di Indonesia, adalah gradenya. High school di sini mulai dari kelas/grade 9, bukan kelas/grade 10. Sekolah saya bukan sekolah besar memang, jumlah muridnya saja kira-kira hanya 200-300 siswa.
 
Sistem pendidikannya memakai rolling-class, jadi bukan guru yang berkeliling menuju kelas selanjutnya, melainkan muridnya lah yang seliweran mencari block berikutnya. Ada sekitar 30 kelas di sini. Pelajarannya juga bermacam-macam. Karena ini adalah Magnet School, sekolah ini -sama seperti Darunnajah juga- punya 3 magnet (jurusan) : Art, Science, dan Law. Hal yang berbeda adalah, ketika kita memutuskan mengambil jurusan Art, kita masih bisa mengambil block yang berkenaan dengan science ataupun law. Saya sendiri mengambil jurusan Art, tapi saya juga mengambil pelajaran Kimia dan Programming. Ada juga beberapa klub di sekolah ini, seperti klub drama, basket, paduan suara dan lain-lain. Klub tersebut bukanlah hal yang wajib, para siswa dibebaskan untuk megikuti kegiatan ekskul tersebut atau tidak. Saya sendiri memilih mengikuti Anime-Club.
 
Karena memakai sistem rolling-class, hal yang unik adalah, kita bisa memiliki banyak teman bahkan yang berbeda grade dalam satu kelas. Misalnya, ketika saya masuk kelas drawing, di dalam kelas itu bukan semuanya grade 12. Banyak juga grade 11, 10, dan 9. Jadi dalam satu kelas kita semua bercampur antara senior dan junior.
 
Untuk perkenalan, mungkin hal ini cukup. InsyaAllah saya akan rutin mengirimi email mengenai keadaan dan perkembangan saya di USA.
 
Terima kasih
Wassalam.
 
Dian Nieta Azizah