Hari ini, (Juma’t, 1 Februari 2008) seakan menjadi hari yang seger banget. Kenapa ya? Karena alhamdulillah, hari ini hujan turun seakan tidak mau berhenti. Hujan mulai turun mulai malam hari dan baru berhenti menjelang adzan ashar. Walaupun sempat berhenti menjelang shalat shubuh, hujan kembali lagi dengan keroyokan pada waktu sholat jum’at. Berkah banget,ya? Jadi nggak merasa gerah ketika shalat jum’at yang pasti penuh sesak. Ya walaupun banyak yang kelimpungan karena mungkin ada yang tempatnya bocor, atau tidak mendapat lahan sholat karena tempatnya basah. Yah walau bagaimanapun, ini tetap berkah dari Allah yang diberikan khusus bagi hamba-hambanya pada hari jum’at yang istimewa ini. Perlu diingat, hari jum’at adalah hari yang luar biasa,loh. Karena banyak kejadian-kejadian penting dan bersejarah yang terjadi pada hari jum’at. Subhanallah, ya?
Banyak orang yang mungkin kesal atas turunnya hujan hari ini. Banyak cucian yang tidak kering, banyak kegiatan yang tertunda, bahkan batal, atau hal-hal yang lainnya. Bahkan daerah-daerah yang rawan banjir mulai terendam sedikit akibat hujan yang seperti tidak mau berhenti menumpahkan air. Akibatnya, banyak jalan-jalan yang macet, listrik yang mulai padam, dan lainnya. Akan tetapi dilain pihak orang yang biasanya hidup di daerah yang panasnya nyentrik, merasa senang karena daerah tempat tinggalnya menjadi sejuk. Atau di tempat yang kekurangan air, pastinya sangat senang karena air datang begitu banyaknya dalam sehari. Tuh ‘kan, hujan punya banyak banget berkah.
Terkadang manusia itu masih kurang bersyukur. Betul, ‘kan? Kalau sedang dikasih panas, semua orang mengeluh dan menunggu kapan turunnya hujan. Tetapi disaat Allah memberi hujan, semua orang mengeluh dan menunggu kapan redanya salah satu berkah yang telah diberikan.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 164.
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.
Sesungguhnya hujan bukanlah sebuah bencana untuk umat manusia, namun kembali kepada manusia itu sendiri. Apabila manusia mampu menjaga keseimbangan antar kehidupan, nggak mungkin ‘kan banyak bencana alam yang terjadi akibat air hujan yang tidak terserap?
Jadi, hari ini merupakan hari yang indah. Karena Allah memberikan berkah yang lamaaaaaaaaaa banget, dari pagi hingga menjelang sore.