Apa jadinya belajar tanpa meja?
Mungkin biasa saja, karena masih banyak yang bisa jadi alternatif.
Tanpa bangku?
Gampang, anak Darunnajah udah biasa ngemper alias duduk di lantai.
Tanpa penerangan?
Oh..bukan masalah. Insya Allah Darunnajah terang siang dan malam.
Tapi, kalo tanpa konsentrasi?
Itulah masalahnya. Mulai semester ini, pendiri sekaligus pimpinan pondok K.H. Mahrus Amin mempunyai kebijakan baru. Seluruh santri dilarang belajar di area kelas, baik putra maupun putri. Oleh sebab itu, gerbang sekolah untuk santriwati sudah dikunci semenjak maghrib. Entah karena apa, tapi kemungkinan besar karena beberapa waktu yang lalu, pernah ada seseorang yang tidak dikenal masuk ke area asrama santriwati. Jadi, untuk memaksimalkan pengamanan kepada santri, seluruh santri dilarang belajar malam di area kelas.
Hal ini sangat disayangkan oleh para santri, khusunya santriwati. Belajar dimanapun tempatnya memang bukan masalah. Namun, semakin sedikitnya lahan untuk belajar, karena biasanya banyak yang belajar di kelas, suasana belajar yang biasanya tidak terlalu ramai di titik-titik tertentu, kini menjadi semakin ramai karena santri yang biasanya belajar di area kelas kini berpindah ke area-area lainnya. Masjid makin penuh, ruang penerimaan tamu penuh, namun tidak boleh belajar di asrama. Maka, konsentrasi belajar pun agak terganggu dari biasanya, karena tempatnya jadi semakin padat. Sedangkan, ujian dimulai tanggal 7 Juni. Dan sekarang, santri LAGI-LAGI masuk sekolah siang karena santri kelas III Tsanawiyah sedang mengikuti ujian sekolah.
Jadi, bagaimana dong?