Cari Tahu Bakat Anak Anda
Menu

Cari Tahu Bakat Anak Anda

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

DNKindergaten, 12/09

Anak adalah titipan Allah kepada orang tua yang harus diisi muatan dirinya dengan hal-hal positif. Anak terlahir tanpa baju, tanpa ilmu tapi membawa nilai-nilai alamiah yang jujur dan tanpa kebohongan. Kecakapan dan kemampuan anak tak dibawa sejak ia dilahirkan. Dan setiap anak lahir dengan potensi dan bakatnya masing-masing. Sayang, tidak setiap orangtua dengan mudah memahaminya. Akibatnya banyak bakat yang tidak dapat terdeteksi sejak dini atau bahkan hilang begitu saja.

Penyebab utama bakat-bakat tidak tampil, alias terpendam hingga dewasa, antara lain: 

1. Ketidakpekaan orangtua terhadap bakat buah hatinya

2. Tempat tinggal atau lingkungan yang minim fasilitas penunjang

3. Lemahnya atau kurangnya pendidikan dan pelatihan.

Anak yang berbakat, biasanya memiliki kemampuan di atas rata-rata dan cerdas. Ciri-ciri anak berbakat, antara lain:
1. Dapat dengan mudah menangkap informasi yang disajikan;
2. Memiliki ingatan yang baik;
3. Memiliki penalaran tajam;
4. Mampu berkonsentrasi dan senang mempelajarinya.

Mari kita sharing bersama tentang bakat anak sejak dini :

1. Mengenalkan

Apapun bakat anak yang akan digali, misalnya ingin anak suka buku, pintar menggambar, suka musik, dan segala macam yang diinginkan orangtua, harus dimulai dari tahap pengenalan dulu. 

2. Mengamati

Bila anda ingin menggali bakat anak yang belum jelas mau diarahkan kemana, anda bisa mengamati kecenderungan yang muncul dari anak. buatlah catatan tentang kemajuan anak, hingga anda punya referensi yang jelas untuk mengarah terwujudnya dan munculnya bakat anak tersebut.

3. Berikan respon terhadap anak

4. Membantu tumbuh dan berkembangnya bakat anak

Ini artinya orangtua harus menyediakan waktu bersama anak. Ketika anak minta dibuatkan gambar, cobalah berusaha bisa memenuhi keinginan anak. permintaanya itu berarti wujud dari kecenderungan dan ketertarikan. Jangan bilang, “aduh mama nggak bisa”. Berusahalah dulu, mengatakan tidak bisa atau lagi sibuk adalah suatu aksi penolakan ortu untuk munculnya cikal bakal bakat anak anda.

5. Memberikan penghargaan

Bila anak telah berbuat walaupun kecil sekalipun, keluarkanlah kata-kata pujian untuk menyemangatinya agar terus berkarya. anak akan senang sekali.

6. Memupuk Bakat

Bakat anak tidak spontanitas akan keluar. Untuk itu kecenderungan dan ketertarikan anak pada sesuatu yang bernilai positif perlu di pupuk, agar benar-benar teridentifikasi apa sesungguhnya yang anak sukai.

7. Ikut berkarya bersama anak

8. Memberikan support dan melengkapi sarana

Bila bakat anak telah kelihatan, maka berikanlah support untuk penunjang bakat anak tersebut. Lengkapi kebutuhan atau saran penunjang. Tak harus mahal, semuanya bisa disiasati.

8. Waspada

Ortu perlu waspada dalam menggali dan menemukan bakat anak. Namanya juga anak kecil belum mutlak bisa membedakan yang baik dan yang nggak. Untuk itu hindari hal-hal yang tak diinginkan. Misal dalam kasus anak yang hobi menggambar, hindarkan dokumen penting anda agar tidak di gambari anak.

9. Kembangkan bakat anak

Mengamati kecenderungan anak sendiri, anak pun ingin terus berkembang. Agar bakat anak tidak hilang, maka kembangkanlah bakatnya. Banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya anak Anda suka menggambar, manfaatkan potensinya untuk membuat hiasan pada baju yang anda jahitkan untuknya, membuat kartu bermain sendiri, membuat pajangan unik menggunakan gambar anak anda, dll.

Bagi orangtua?

Anda akan bisa beraktivitas tanpa mencuekin anak. Anda berkarya, ia pun akan berkarya disamping Anda. Komunikasi dan interaksi anda dengan anak akan semakin menarik, karena anak telah mulai menemukan hal-hal unik yang akan dilaluinya seterusnya. karena anak makin kritis terhadap sesuatu.

Sumber : How to explore Your Child Ability (menggali Potensi anak Sejak usia dini) ole Jumiarti Agus

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait