Cara Terbaik Menghadapi Masa Lalu

Siapa yang tidak punya masa lalu, siapa yang tidak punya masa dimana setiap orang sudah melewatkannya, dan ketika masa itu adalah sesuatu yang buruk terkadang ada seperti kerikil penyesalan yang berhenti didalam palung sukma dan membuat segenap perasaan dalam rasa sesak.

Takkan mampu dipungkiri bahwa dimasa yang telah kita tinggalkan itu kita pernah berpijak, entah sebagai orang yang baik atau seorang yang buruk.

Jangan memaki keadaan, bila kenyataan masa lalu itu sesuatu yang buruk, seolah sang maha pencipta tidak adil terhadap diri kita. Berbaik sangka pada sang maha pengatur sempurna. Bahwa Allah SWT menginginkan kita untuk cepat dewasa, cepat mengerti., cepat untuk memahami kehidupan, Dengan berbagai masalah yang Allah hadirkan kepada hidup kita. Pertanda Allah masih memberikan kita waktu untuk menjalani proses, yaitu proses melewati masa lalu yang rasanya pahit. Agar kita memiliki keyakinan akan masa depan yang Manis. Serta mampu belajar hidup manis dari kenyataan yang pahit.

Hanya orang yang tak mampu ikhlas yang masih menyimpan debu kebencian didalam dirinya tehadap masa lalu, bila seseorang ingin berjalan dengan masa depannya yang damai, mulailah terima masa lalunya, dan memulai untuk menjadi pribadi yang hanya mencari keridahaan Allah.

Jangan merisaukan penilaian orang lain, sesungguhnya itu hanya subjektivitas, hanya akan menghabiskan energi bila kita hidup dengan segenap penilaian manusia. Allah yang paling tahu siapa diri kita. Allah yang paling tahu seperti apa hati kita. Jika keridhaan Allah yang dicari maka jangan lagi risaukan mulut-mulut yang memang tak memihak untuk berkata baik tentang kehidupan kita. Kita cukup jadi manusia hari ini yang selalu melihat cermin untuk memperbaiki diri dan hati kita sendiri.

Masa lalu

Apakah harus dilupakan ?

Apakah harus dibiarkan?

atau Apakah harus dihadapi?

Masa lalu yang baik perlu kita syukuri, Trus yang buruk bagaimana..????

Sama yang baik atau yang buruk patut kita syukuri,

Seperti yang Allah terangkan dalam firmanNYA yang artinya :

‘’ Boleh jadi kamu membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.’’ (QS. Al- Baqarah : 216 )

Ayat tersebut sungguh indah, terkadang fikiran dan hati kita terlebih dulu dicederai oleh prasangka negatif ketika masalah datang menghampiri kehidupan yang tengah kita jalani. Jarang sekali kita langsung mengingat dan berpasrah kepada Allah terhadap sesuatu yang menimpa kita. Bila saja kita mampu mendalami makna ayat tesebut maka kita akan mampu untuk segera bertawakkal kepada sang pemilik takdir, dan menyakini bahwa segala sesuatunya baik disisi Allah, meskipun kita tidak suka terhadap kenyataan tersebut.

Tidak ada yang terjadi tanpa sengaja, tak ada yang terjadi tanpa rencana Allah, tak ada istilah kebetulan, semua telah dalam sekenario Allah. ‘’ Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan dilasaka lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” .[QS.Al an’am :59]

Allah tak menjadikan masa lalu yang dilewati dengan sesuatu yang tak indah itu adalah sebuah kesengajaan, semua adalah jalan, semua adalah takdir. Bukan berarti segala sesuatu tak bisa kita usahakan. Allah takkan merubah suatu kaum jika kaum tersebut tidak merubah dirinya sendiri. Allah takkan merubah takdirnya, jika kita tidak meminta kepada NYA akan kebaikan yang kita harapkan.Kita perlu berusaha, berdo’a dan bertawakkal agar takdir datang dengan lebih indah.

‘’ Ketika Allah cinta kepada hamba, maka Allah akan memberikan kepadanya ujian yang berat, karena Allah rindu rintihan hamba yang dicintai NYA’’ rebutlah kasih cinta sang maha cinta. Sibukkan dengan do’a agar takdir yang akan dilewati menjadi lebih baik.

Maka saat Allah menimpakan sesuatu cobaan, terkadang Allah ingin dekat dengan hamba yang dicintai NYA, dan masih pantasakah kita berburuk sangka.

Dan Apabila bencana masa lalu datang dengan berbagai himpunan luka, tetap bersyukur mungkin itu adalah teguran agar kita kembali kepada jalan NYA, dan masih pantasakah kita berburuk sangka.

Memetik sebuah kisah nyata :

‘’ Al kisah seorang wanita yang pernah terjebak dalam kehidupan yang amat sangat buruk, mempunyai cinta yang berakhir luka, menjadi sepasang suami istri, dengan pria yang dicintainya, terhimpun dalam cinta, membendung segala bentuk keindahan dalam mahligai. Tapi takdir Allah berkata lain, segala keindahan yang tengah dirasakan bak gunun es yang jatuh menimanya dalam kedinginan dan kebekuan.

Kisah indah yang dibangun, cita-cita bahagia yang didambakan berakhir dengan kata perceraian. Istana indah itu kini telah berubah menjadi istana kesedihan. Wanita yang tengah tersenyum bahagia karena tengan mengandung bayi yang dengan harapan meramaikan suasana sang istana.

Kenyataanpun tak mampu dielakkan. Perceraian datang, menjadi palu kehidupan yang terus memberikan sembilu pahit.
Tak lama kemudian setelah mimpi indahnya membangun keluarga sakinah mawadah dan warahmah hancur karena pengkhianatan, wanita yang selama ini menguatkan jati dan hatinya, yaitu ibunya tercinta harus tutup usia disaat usia kehamilannya menginjak usia 7 bulan. Pukulan yang amat keras.

Segala kenyataan pahit menerpa bagai ombak besar yang menerjang kekokohan karang. Dalam keadaan begitu lemah, sang wanita menemukan sebuah titik terang, Badannya yang selalu menjaga sholat lima waktu, Bibirnya yang selalu basah dengan ayat al-qur’an, menjadikan sebuah kekuatan dan kesabaran hadir dalam palung jiwanya.

Sebuah keyakinan dalam dirinya bahwa Allah tidak tidur, Allah mengasihi setiap hamba NYA yang selalu berdo’a, segala pengalaman yang telah dijalaninya menjadikan hatinya terus mencoba ikhlas, terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Dan menjadi seorang ibu yang tangguh bagi anaknya yang dalam hitungan bulan akan lahir, yang pasti akan mempertanyakan kehadiran sang ayah yang tidak ada disampingnya.

Menjadi single parent, yang beusaha menjadi yang terbaik untuk anaknya, melambai pada masa lalu, berusaha dan berdo’a, menyakini akan kasih sayang Allah.’’

Sungguh hebat wanita ini, yang mampu merelakan masa lalunya, menjadikan segalanya adalah ujian yang akan membuatnya naik kelas, selalu berusaha agar senatiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan kehidupan yang akan datang.

Maka jadikanlah apa yang telah terjadi dalam hidup kita perlu disyukuri, dan terus berusaha agar menjadi insan yang lebih bertaqwa, insan yang lebih berakhlak mulia, menjadi insan yang cerdas dalam mengevalusi diri seperti yang dikatakan oleh umar bin khotob.

Patut disadari bahwa kita akan melewatkan waktu yang berukir menjadi kata kenangan, entah kenangan indah dan bahagia atau kenangan yang memang jauh dari kata indah dan bahagia itu sendiri, dan bila di ingat meninggalkan rasa ketidaknyaman didasar lubuk jiwa. Tapi Allah simpankan kebahagiaan apabila kita memaafkan masa lalu, dan menerima dengan lapang dada. Bersabar bahwa cepat atau lambat waktu dan kesibukan kita masa ini akan membantu dalam menyembuhkan masa lalu.

Semoga Allah jadikan hati kita bernaung kebahagian, karena kebahagian ada pada keimanan dihati, ketaqwaan dijiwa seorang yang memiliki pemaafan, kelapangan dada, iklas, sabar, qona’ah, semua itu peluruh ketika masa lalu hadir sebagai sebuah keburukan.

Apabila masa lalu datang bagai gerimis kecil yang mengejarmu berlari mencari tempat berteduh dengan terus berderas semakin besar, hingga kau berteduh dan menunggu waktu lama untuk menunggu sang hujan reda, dan sang baju kering, dan dingin menghilang dari tubuh.

Maka percayalah, langit cerah akan datang, pelangi indah akan mencuri matamu untuk menatapnya dilangit putih berpadu biru. Bila rasa sakit yang ditinggalkan oleh masa lalu, bersyukurlah bahwa ‘’ Dan kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)). QS. Al A’raaf 168

Bersyukurlah bahwa kita masih diberikan nafas untuk menjalani kehidupan tanda Allah sang maha pemurah, sehingga kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan mensucikan diri, kembali pada jalan NYA, serta bertaubat atas segala kesalahan yang pernah dilakukan, segeralah kembali kepada jalan Allah karena ‘’ Sesungguhnya beruntunglah, orang yang mensucikan jiwa itu. Dan Sesungguhya merugilah orang yang mengotorinya’’ (QS. As Syams : 9-10)

Semoga Allah jadikan masa lalu yang pahit rasanya sebagai cara terbaik agar kita bisa kembali kepada jalan NYA, dan mampu mengambil pelajaran dan hikmahnya. Aamiin
(Isqo)

fotoartikel1