“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dari kutipan hadits berikut telah dijelaskan bahwa setiap manusia itu adalah pemimpin, tidak peduli dari pendidikan, suku ataupun jabatannya kita semua tetap dilahirkan sebagai pemimpin, entah di lingkungan keluarga, sekolah,masyarakat sekitar bahkan kitapun adalah pemimpin untuk diri kita sendiri dan itu akan di pertanggungjawabkan nantinya. Terkadang Kita selalu dituntut untuk tampil lebih baik sebagai seorang pemimpin. Pemimpin yang bisa mengayomi, pemimpin yang bisa melindungi dan menjadi teladan bagi pengikut atau orang yang dipimpinnya.

Rasulullah telah memberikan contoh kepada kita tentang bagaimana Rasulullah saat menjadi pemimpin
Shiddiq
Shiddiq artinya jujur. Kejujuran adalah sikap utama yang selalu dipegang Rasulullah dalam memimpin umatnya.
Kejujuran ini pula yang semestinya tertanam dalam diri seorang pemimpin. Pemimpin yang jujur tidak akan membohongi rakyat dan jauh dari pencitraan. Ia akan jujur kepada dirinya sendiri maupun kepada rakyat, sebab pemimpin yang jujur paham bahwa kejujuran akan membawa kebaikan dalam segala hal.

Amanah
Amanah artinya mampu menjalankan sekaligus menjaga kepercayaan yang diembankan di pundak setiap pemimpin. Sikap amanah sudah mengakar kuat pada diri Rasulullah semenjak beliau masih berusia sangat belia. Bahkan pada detik-detik terakhir hijrah dari Makkah menuju Madinah, Rasulullah masih berpesan kepada Ali ibnu Abi Thalib untuk mewakili beliau memulangkan semua barang dan harta titipan warga Makkah.
Sifat amanah ini juga yang seharusnya dimiliki orang yang ingin menjadi pemimpin. Pemimpin yang amanah akan menyadari bahwa ia mengemban amanah untuk melayani kepentingan rakyat, bukan menjadi pelayan kepentingan pribadi, kepentingan kelompok, atau bahkan kepentingan asing

Tabliq
Tabliq adalah menyampaikan kebenaran dan berani mengungkap keburukan. Kepemimpinan Rasulullah ditopang oleh sikap transparansi, keterbukaan, dan selalu menyuarakan kebenaran apa pun risikonya.
Seorang pemimpin harus memiliki sifat tabligh. Selain berani menyuarakan kebenaran dan berani dikritisi oleh rakyat, pemimpin yang tabligh juga tidak bisa dibeli dengan kekuatan apa pun. Ia tegas dalam pendirian dan tegar dalam prinsip membela kebenaran.

Fathanah
Fathanah artinya cerdas. Kemampuan menguasai masalah dan mengatasinya mutlak harus dimiliki seorang pemimpin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memberikan arahan, menentukan kebijakan, dan mengambil keputusan selalu mendasarkan pandangan beliau pada ilmu.
Seorang pemimpin harus cerdas dan berilmu. Dari pemimpin yang cerdas dan berilmu akan lahir kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan rakyat. Bukan kebijakan yang merugikan dan menyengsarakan rakyat banyak.
-Nurluthfi Azzahra-