Dalam berdoa, kita seringkali lebih mementingkan hak dibandingkan kewajiban. Kita menganggap bahwa doa yg dipanjatkan adalah hak. Jika apa yg kita minta di dalam doa menjadi kenyataan, maka kita akan senang dan menganggap bhw Allah itu adil & bijaksana mau mengabulkan doa kita. Tapi sebaliknya, jika merasa doa kita “diabaikan” atau belum menjadi kenyataan, maka kita menganggap bahwa Allah tidak adil, Allah tidak mau mendengarkan doa hamba-Nya, dsb yg cenderung “mendiskreditkan” Allah.
“Kamu tdk menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yg banyak”. (QS. An-Nisa’/4: 19)
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu”. (QS. al-Baqarah/2: 216)
Ayat2 diatas mengingatkan kita, yg seringkali salah sangka terhadap Allah, krn doa kita tdk dikabulkan sesuai dgn yg kita harapkan. Padahal, sebenarnya Allah SWT telah menunjukkan pilihan yg lebih baik utk kita.
Ada bbrp cara Allah SWT mengabulkan doa:
1. Kadang dikabulkan sesuai dgn yg diminta
2. Kadang diganti dgn sesuatu yg lebih baik utk kita mnrt Allah
3. Kadang digunakan utk menghapus dosa2 kita di masa lalu
4. Ditunda di akhirat
Di akhirat nanti, ada org yg kaget menerima ganjaran yg sangat banyak, yg dia tidak pernah merasa melakukannya sewaktu hidup di dunia. Saat itu ada suara yg mengatakan: “itulah ganjaran dari doa2mu yg blm dikabulkan di dunia”
Andai saja org tahu, bhw ganjaran doanya lbh baik dikabulkan di akhirat, maka niscaya mereka berharap agar do’a-do’anya dikabulkan di akhirat saja.
Jadi… jangan putus asa dalam berusaha dan berdoa. “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu” (QS. al-Mu’min/40: 60)
oleh Azharul Fuad dari Email Sulaiman Efendi