Menelisik Lika – Liku Ujian Bag (2)
Ust Ponimin seorang guru di pondok pesantren Darunnajah termasuk orang yang sedih dengan gejala ini. "Bagaimana mungkin pelajaran belum selesai setahun buku sudah di tinggal begitu saja" ujarnya setengah kesal.
Anjuran yang di berikan para guru memang terlihat mulai ada hasilnya. Bahkan dalam menindak lanjuti gejala ini panitia ujian secara terbuka menyampaikan dalam upacara pembacaan tata tertib ujian pada tiap hari pertama ujian agar para santri jangan pernah meninggalkan buku di emperan kelas begitu saja "itu namanya memubadzirkan nikmat" tegas ustadz pembaca tata tertib mantap.
Ust Ponimin pun ikut setuju, menurut beliau jumlah buku yang tersia – sia itu memang sudah jauh berkurang dari yang sudah – sudah "dulu di tiap kelas kita bisa mengumpulkan satu karung buku" ujarnya mengenang.
"yang kita sayangkan mereka yang membuang buku itu kebanyakan melapor kepada orang tuanya dan mengatakan kalau bukunya hilang, eh nanti pesantren lagi yang di salahkan" tambah ust ponimin, geram.
Dilain pihak buku yang terbuang itu ternyata membawa berkah bagi pihak yang lain. Menurut sebuah sumber di Biro Rumah Tangga, buku – buku terbuang itu di kumpulkan kemudian dibawa dan disumbangkan ke anak – anak yatim yang memerlukan, "sekedar memanfaatkan yang ada dari pada dibuang, kan bisa jadi amal" terangnya dengan senyum mengembang.