Buku – Buku Yang Tersia – Sia

 Menelisik Lika – Liku Ujian Bag (2) 

Jakarta/DN.Com Entah karena memang lupa atau karena terlalu gembira telah menyelesaikan ujian, banyak diantara santri Darunnajah yang dengan begitu saja meninggalkan buku mereka di emperan kelas. Buku – buku itu menurut bagian Biro Rumah Tangga bisa sampai berkarung – karung jumlahnya.

Ust Ponimin seorang guru di pondok pesantren Darunnajah termasuk orang yang sedih dengan gejala ini. "Bagaimana mungkin pelajaran belum selesai setahun buku sudah di tinggal begitu saja" ujarnya setengah kesal.

Menurut ust Ponimin tindakan yang mengacuhkan buku begitu saja, seakan – akan seorang santri tidak menghargai ilmu. "memang mungkin banyak diantara santri yang orang tuanya mampu membeli buku berpuluh – puluh kali dalam setahun tapi dimana letak pendidikan dan penghargaan pada ilmu kalo begitu?" tanyanya sedih.

Anjuran yang di berikan para guru memang terlihat mulai ada hasilnya. Bahkan dalam menindak lanjuti gejala ini panitia ujian secara terbuka menyampaikan dalam upacara pembacaan tata tertib ujian pada tiap hari pertama ujian agar para santri jangan pernah meninggalkan buku di emperan kelas begitu saja "itu namanya memubadzirkan nikmat" tegas ustadz pembaca tata tertib mantap.

Ust Ponimin pun ikut setuju, menurut beliau jumlah buku yang tersia – sia itu memang sudah jauh berkurang dari yang sudah – sudah "dulu di tiap kelas kita bisa mengumpulkan satu karung buku" ujarnya mengenang.

"yang kita sayangkan mereka yang membuang buku itu kebanyakan melapor kepada orang tuanya dan mengatakan kalau bukunya hilang, eh nanti pesantren lagi yang di salahkan" tambah ust ponimin, geram.

Dilain pihak buku yang terbuang itu ternyata membawa berkah bagi pihak yang lain. Menurut sebuah sumber di Biro Rumah Tangga, buku – buku terbuang itu di kumpulkan kemudian dibawa dan disumbangkan ke anak – anak  yatim yang memerlukan, "sekedar memanfaatkan yang ada dari pada dibuang, kan bisa jadi amal" terangnya dengan senyum mengembang.