Ust Mahrus Amien pimpinan pondok pesantren Darunnajah yang memimpin aksi dalam orasinya mengatakan; "Ahmadiyah bukan islam, mirza ghulam mengaku-ngaku nabi setelah nabi Muhamad, dalam kitabnya tadzkirah mirza menganggap kita ini orang islam seperti babi liar yang halal di bunuh dan tidak ada artinya, bagaimana mungkin aliran seperti ini termasuk aliran islam" begitu orasinya dengan semangat.
Turut ikut serta dalam aksi guru-guru, santri, pinpinan pesantren dan berbagai kalangan yang kebetulan sedang berkunjung ke pesantren Darunnajah. Para santri dan guru meskipun sedang mengikuti ujian ikut mengambil bagian dalam aksi ini, "ini aksi penting untuk menunjukan kepedulian kita kepada urusan agama dan umat kita, bahkan mungkin menunjukan kadar keimanan dan keislaman kita pada dasarnya" ujar seorang Ustad senior yang ikut dalam barisan. Barisan santri Sabelana yang berdiri dibagian depan barisan mengusung berbagai spanduk berisi permintaan pembubaran Ahmadiyah.
Dalam keterangannya sebelum aksi kepada Darunnajah.com Ust Mahrus Amien mengatakan, "Aksi kita aksi tulus dari hati, kita orang pesantren tidak punya kepentingan politik dan kepentingan dibayar oleh siapapun, pada awalnya Darunnajah ingin ikut bergabung dengan saudara-saudara kita di Istana Kepresidenan mengikuti aksi penuntutan pembubaran Ahmadiyah, namun karena kita sedang melaksanakan kita hanya melaksanakan aksi di sekitar pondok saja tanpa mengurangi arti tujuan awal" terang Ustad yang rajin aktif di forum Dakwah Indonesia ini.