Biro Rumah Tangga (BRT)
Pembangunan dan Pemeliharaan Pergedungan dan Peralatan
{mosimage}Dalam menangani urusan pembangunan, perawatan dan pemeliharaan infrastruktur bangunan, pimpinan pesantren dibantu sebuah bagian di dalam organisasi Pesantren yaitu Biro Rumah Tangga (BRT). BRT ini adalah bagian yang bertugas menangani segala macam urusan kerumahtanggaan. Dari mulai kebersihan, perawatan lingkungan, perawatan asrama, kelas dsb. Disamping itu, bagian tersebut juga bertanggungjawab terhadap pembangunan atau rehabilitasi fisik/bangunan untuk menunjang jalannya roda kehidupan di Pesantren Darunnajah.
Dalam perkembangannya, BRT dibagi dalam dua bagian. Yaitu BRT I dan BRT II. Fungsi BRT I secara umum adalah menangani urusan pembangunan pesantren secara keseluruhan serata tugas-tugas yang menyangkut masalah kebersihan, perbaikan gedung-gedung (rehabilitasi), menangani masalah instalasi listrik, instalasi air, penginapan (guest house), dapur dan klinik. Sedangkan BRT II adalah sebagai monitoring kebersihan pesantren pada umumnya dan asrama-asrama santri pada khususnya. BRT II dibentuk untuk lebih mengintensifkan dan membentu kinerja BRT I. Adapun program kerja BRT secara umum dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu perawatan, pemeliharaan, pembangunan dan penanganan asrama.
BRT telah melaksanakan berbagai pembangunan baik di dalam Pondok maupun di luar Pondok. Di kampus Pesantren Darunnajah Jakarta, pembangunan Asrama SD, melanjutkan pembangunan lantai II Masjid Jami', pembuatan ruang makan dewan guru Darunnajah di belakang rumah wakif, pembuatan jemuran di atas bekas gedung Wali Songo, pembangunan kantor Bank Mu’malat Indonesia, penambahan ruang BPS, renovasi Masjid Atiq, pembangunan tempat berteduh di samping kampus baru STAIDA, Cipulir, pemasangan Filter Air Minum di dapur guru, pembangunan kantin Putra di samping lapangan bola basket. Di luar kampus meliputi pembangunan Wisma Darunnajah II Cipanas Bogor pembangunan perumahan Guru di Bintaro, pembangunan tempat guru Pesantren An-Nahl, Darunnajah V dan pembangunan masjid , Cikesik Pandegelang Banten, pembangunan TK Darunnajah di Bintaro
PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN
Pembuatan Resapan Air Kotor
Untuk menampung debet air kotor yang dihasilkan dari berbagai sumber seperti kamar mandi ataupun air hujan, Pesantren Darunnajah mengupatakan adanya resapan air. Maka dibuatlah sumur yang digunakan sebagai resapan air kotor tersebut. Pekerjaan ini dibuat di 11 titik tertentu, yaitu di Posko/Lapangan Sepak bola, taman depan Gedung Ibnu Khaldun, taman depan kelas (Fatahillah II), Taman Masjid, tempat parkir mobil, di dekat asrama putri yaitu Arofah, Mina, Al-Hamra, kawasan asrama santri putra di Rayon Kholidiyah, depan rumah H. Saefuddin Arief, SH. MH., depan rumah Drs. H. Sofwan Manaf, M.Si.
Proyek ini selesai dikerjakan pada tanggal 6 Oktober 2006 yang selesai pengerjaanya selama kurang lebih 1 bulan dan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 9.025.000,- (Sembilan juta dua puluh lima ribu rupiah).
Pengeboran Air Bersih
Untuk mencukupi kebutuhan air bersih dilakukan pengeboran sumur air bersih yang dibuat di beberapa lokasi, diantaranya di depan Indonesia Baru dan depan gedung ibnu Sina, yang dimaksudkan sebagai sumber air bersih yang akan dikonsumsi bagi komunitas Pesantren dalam kehidupan keseharian. 2 titik pengeboran sumur air bersih tersebut masing-masing mempunyai kedalaman pengeboran 1.160 m dan 2.140 m. Proses pengeboran tersebut berlangsung selama kurun waktu 30 hari / 1 bulan.
Selain di Darunnajah pusat, pengeboran juga dilaksanakan di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor, yang merupakan sumbangan dari Darunnajah Jakarta. Sumur air bersih di Darunnajah Cipining ini berkedalaman 110 m dengan lama poengerjaan selama 1 bulan dan selesai dikerjakan pada bulan Desember 2006. proyek pengeboran sumur air bersih ini menghabiskan dana dengan total keseluruhan Rp 250.000.000,- (Dua ratus lima puluh juta rupiah).
Parkir Mobil
{mosimage}Fasilitas parkir mobil-mobil operasional Pesantren yang berjumlah 14 kendaraan terletak di samping Baitul waqif (rumah pendiri), yang dapat menampung 12 kendaraan, yang selesai dikerjakan pada bulan Februari 2007, dengan anggaran sebesar Rp. 35.000.000,-. Pembuatan tempat parkir diharapkan dapat memberikan manfaat terutama kemudahan pengontrolan kendaraan. Disamping itu juga untuk menghindari kerusakan dari gejala cuaca seperti menghindari terik matahari maupun hujan. Di tempat perkir ini juga terdapat sumber air yang digunakan untuk mencuci kendaraan tersebut. Luas lahan parkir tersebut 14 x 25 m. Alhamdulillah keadaan tempat parkir tersebut bagus dan memadai, sehingga dapat mengurangi kerusakan pada mobil operaswional pesantren.
Perbaikan Lapangan Hijau
{mosimage}Lapangan hijau merupakan fasilitas utama bagi santri Pesantren Darunnajah untuk melaksanakan berbagai aktivitas olahraga seperti sepakbola, bahkan juga digunakan sebagai lahan perkemahan. Hal inilah yang mendorong Biro Rumah tangga unutk memperbaiki fasilitas tersebut. Yaitu dilakukan penanaman rumput, karena sebelumnya lapangan telah ditinggikan dan diratakan. Selain itu juga dilakukan pemupukan dan penyiraman di lapangan sepak bola agar rumput cepat tumbuh dan lapangan dapat segera dipakai. Pengerjaan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2007, yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 4.840.000,00
Ruang Makan Villa Cipanas
Darunnajah Learning Centre, villa Cipanas, dilaksanakan beberapa perbaikan dan penambahan fasilitas. Diantaranya adalah pembuatan gazebo yang digunakan sebagai tempat makan. Gazebo yang berukuran 20 x 10 m. selesai pengerjaannya pada bulan September 2006 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 22.248.000,-. Selain sebagai tempat makan, tempat tersebut juga biasa dugunakan sebagai tempat santai karena letaknya yang berada di luar ruangan dengan kesejukan udara alami pegunungan.
Fogging
Demi menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan Pesantren, terutama kesehatan para santri, Bagian kerumahtanggaan pesantren berupaya memberantas sumber-sumber penyakit, diantaranya adalah nyamuk yang dapat mengakibatkan Demam berdarah, penyakit yang mematikan yang belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu, biro rumah tangga peantren Darunnajah melakkukan penyemprotan nyamuk (fogging). Yang biasa dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali, atau pada waktu-waktu tertentu sesuai kebutuhan, diseluruh kampus Darunnajah. Tempat-tempat utama yang dilalui daerah operasi penyemprotan yaitu di asrama, fasilitas MCK, saluran air, lorong-lorong diantara gedung, lokal kelas dan bebrapa tempat yang disinyalir sebagai sarang nyamuk.
Alhamdulillah dengan adanya penyemprotan yang dilakukan secara rutin ini, hal yang tidak diinginkan dapat teratasi. Pesantren Darunnajah telah mempunyai 1 (satu) buah alat penyemprotan nyamuk sendiri yang dikelola oleh BRT.
Biro Rumah Tangga II
Untuk lebih mengintensifkan dan membantu kinerja BRT, maka dibentuklah BRT II yang berkantor di sebelah Kantor Biro Pengasuhan Santri. Tujuan dari pembentukan BRT II ini adalah untuk memantau langsung para karyawan dalam bekerja, juga untuk memantau dan menjaga kebersihan Pondok secara keseluruhan, terutama kebersihan asrama dan kamar santriwan dan santriwati. Personilnya mengadakan keliling setiap hari untuk memeriksa kebersihan. Apabila mereka menemukan asrama dan kamar yang kotor, petugas atau piket dari asrama dan kamar dipanggil ke Kantor BRT II.
Untuk lebih menjamin laju proses pendidikan dan pengajaran, Pondok Pesantren Darunnajah melakukan pembangunan dan pemeliharaan pergedungan yang dilaksanakan oleh Biro Rumah Tangga.
Semenjak Mei 2005-Mei 2006
Perbaikan Telefon PABX
Sebagai Pesantren yang telah berkembang, Pesantren Darunnajah memiliki kepentingan komunikasi antar bagian dalam struktur keorganisasiannya. Untuk mempermudah komunikasi tersebut, Pesantren menggunakan fasilitas telepon PABX. Namun, perangkat ini beberapa kali mengalami kerusakan. Untuk itu, pihak biro rumah tangga melakukan perbaikan instalasi PABX pada bulan April 2006. Hal ini menghabiskan anggaran yang besar. Namun hal ini bermanfaat unutk komunikasi antar bagian internal Darunnajah.
Penanaman Pohon Jati dan Mangga di Cidokom
An-Nur Darunnajah 8 yang terletak di desa Cidokom Kec. Gunung Sindur, Bogor Jawa Barat, merupakan pondok cabang Darunnajah yang sebagian besar lahan masih berupa lahan perkebunan yang terdapat berbagai tanaman kebun seperti pohon rambutan, durian, mangga, cempedak, nangka, dll. Bahkan sekarang mulai ditanami juga pohon jati. Dan baru-baru ini An-Nur Cidokom kembali ditanami sekitar 225 bibit tanaman buah: rambutan, durian, jengkol, cempedak, nangka, dll.
Disamping itu, untuk menjaga produktifitas dan kesuburan tanaman tersebut telah dilaksanakan pemupukan rutin yang dikerjakan oleh Biro Rumah Tangga.
Mobil Cleaning Service
{mosimage}Masalah sampah di Pesantren Darunnajah memang hingga saat ini masih menjadi tanda tanya besar. Walapun selama ini telah diusahakan beberapa alternative pengelolaan sampah. Hal ini merupakan tanggung jawab Biro Rumah Tangga. Untuk mengangkut sampah dari tempat sampah di lingkungan Pesantren, baik dari asrama putra, asrama putri maupun di sekeliling kampus hingga sampai ke tempat pembuangan akhir selama ini digunakan mobil cleaning service.
Namun, seiring berjalannya waktu, mobil pengangkut sampah tersebut sering mengalami kerusakan. Sehingga pada akhir tahun 2006 pihak pesantren menambah mobil pengangkut sampah tersebut. Pembelian armada mobil cleaing service untuk BRT sebesar Rp. 12.500.000,-. Hal ini untuk memudahkan pengangkutan sampah sehingga dapat meminimalisir pemandangan dan bau tak sedap dari sampah yang menumpuk di tempat sampah, terutama di pagi hari.
Ingat! Kebersihan adalah sebagian daripada iman!
Pengecatan Asrama
Salah satu tugas rutin dari BRT adalah perawatan dan pemeliharaan fasilitas gedung, baik gedung asrama maupun gedung kelas dan beberapa bangunan lainnya. Diantara perawatan tersebut yang dilakukan pihak BRT adalah melakukan pengecatan. Hal ini karena setelah sekian lama cat pudar yang disebabkan gejolak alam, seperti cuaca dari mulai terik matahari sampai hujan.
Pengecatan Asrama dilaksanakan maksimal setahun sekali. Seperti pada tahun 2006 menjelang liburan semester sudah mulai dilaksanakan pengecatan. Beberapa gedung yang dilakukan pengecatan diantaranya adalah gedung Indonesia Baru, Arafah, Mina, Alhamra dan Granada. Pengerjaan pengecatan tersebut berjalan selama 2 bulan, yang selesai pengerjaanya menjelang kedatangan santri pada tahun ajaran baru 2006-2007. Dari total pengecatan beberapa gedung tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp. 55.000.000,-.
Alhamdulillah proses pengecatan selesai. Pengecatan bertujuan untuk memperindah fisik bangunan. Karena, Allah indah dan menyukai keindahan.
Pengeboran Air di Cidokom
Pengeboran air bersih di An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor diprioritaskan sehubungan dengan pentingnya kebutuhan sehari-hari, terutama air. Ini telah dilaksanakan akhir tahun 2006, tepatnya pada bulan November. Pengeboran ini dilaksanakan di 2 titik. menghabiskan dana sebesar Rp. 15.000.000,- dengan rincian setiap 1 titik 4.500.000,00 dan per-unit mesin 3.000.000,-
Pembuatan 20 unit Kamar Mandi dan 4 Gazebo di Cidokom
Untuk menunjang aktifitas di An-nur Darunnajah 8 dilaksanakan pembuatan kamar mandi. Pembuatan 20 unit kamar mandi tersebut sudah selesai, dengan menghabiskan biaya sebesar Rp. 175.000.000,-.
Disamping itu, di Darunnaajah 8 yang terletak di desa Cidokom, gunung Sindur, Bogor ini juga sedang dilakukan pembuatan 4 gazebo dengan anggaran biaya mencapai Rp. 20.000.000,-. Hal inimenjadi priorotas karena di tempat itulah sering dilaksakanan kegiatan-kegiatan pesantren dan santriwan-santriwati Darunnajah 1 Jakarta, diantaranya acara yang pernah dilaksanakan di tempat tersebut adalah Perkemahan Kamis jum’at, serta beberapa event lainnya seperti santunan bakti sosial, Praktik Pengabdian Masyarakat, dsb.
Pemasangan Atap Masjid Darunnajah
{mosimage}Pembangunan Masjid jami’ Darunnnajah masih terus berjalan. Salah satu usaha unutk mengoptimalksan penggunaan lantai 2 masjid, bagian atap Masjid lantai 2 dipasang atap. Luas penutup atap Masjid tersebut berukuran 90m x 90m2, biaya tenaga kerja Rp.13.500.000,- membeli alat (bondek)
Rp. 234.000.000,-
Kamar Mandi Aula Empat Windu
Aula Empat Windu Darunnajah, yang terletak di basement Gelanggang Olahraga (GOR) yang selama ini sering digunakan sebagai meeting hall dan aktivitas-aktivitas lainnya, selama ini belum memiliki fasilitas toilet. Pada awal tahun 2007 ini, dilaksanakan pembuatan fasilitas sanitasi berupa kamar mandi di Aula empat Windu sebanyak 3 unit, terletak di bagian selatan luar gedung, atau tepat di depan asrama santriwati Al-Hamra. Pengerjaan ini sedang berjalan yang menghabiskan anggaran Rp.2.700.000,-
Pembangunan
Kelas Fatahillah I dan II Lantai 2
{mosimage}Salah satu derap pembangunan yang dilaksanakan di Pesartren Darunnajah yang terselesaikan pada tahun 2006 yaitu pembangunan Gedung Fatahillah I dan II pada bagian lantai 2. ini merupakan gedung lokal kelas santriwan-santriwati TMI Darunnajah. Alhamdulillah pembangunan ini sudah selesai, anggaran Rp.1.600.000.000,-
Pemasangan Instalasi AC
Setelah dilakukan penyelesaian akhir gedung Fatahillah I dan II, di kelas Fatahillah lt 2 dilaksanakan pemasangan Air Conditioner (AC) seperti yang sudah terdapat di setiap ruangan kelas. Pemasangannya menghabisan anggaran sebesar Rp. 7.305.000,-
Pembangunan Gedung Cordoba
{mosimage}Peningkatan sarana dan prasaran di Pesantren Darunnajah terus dikembangkan. Termasuk fasilitas bagi santri cilik, yaitu santri Sekolah Dasar Islan Darunnajah. Walapun jumlah santri SDI Darunnajah hanya beberapa anak, karena belum diwajibkan untuk mukim, namun mereka tetap harus mendapatkan fasilitas layak. Atas dasar pemikiran itulah, asrama santri SDI dilakukan perombakan total, yaitu dibangun 4 lantai dengan rincian ukuran : 17 x 16.5 x 4 lt = 1.122 m2. alhamdulillah pekerjaan ini sudah selesai dengan biaya Rp. 2.244.000.000,-. Sekarang asrama santri cilik sudah dapat dipakai sejak awal tahun ajaran 2006-2007. Gedung Cordoba memiliki 7 kamar di setiap lantai, kecuali lantai dasar yang hanya ada 1 kamar pembimbing asrama. Jadi, jum;ah kamar seluruhnya di Gedugn Cordoba adalah 22 kamar yang masing-masing kamar berkapasitas 4 orang.
Rehab Gedung Nusantara
Gedung Nusantara adalah asrama santri putra Pesantren Darunnajah. Gedung ini dibangun mulai tahun 1993 dan mulai diresmikan pada tahun 1994 oleh Menteri Agama Republik Indonesia saat itu, H. Tarmizi Taher. Gedung ini dibangun dengan konstruksi 3 lantai, lantai dasar sebagai perkantoran, lantai 2 dan 3 sebagai asrama. Disetiap lantai terdapat 16 kamar yang saling berhadapan dan 1 kamar ditengah persis di depan tangga. Masing-masing kamar dapat menampung 10 orang. Digunakan sebagai kamar santri sebanyak 14 kamar dan 3 sebagai kamar musyrif/ustadz.
Pada akhir tahun 2006 bulan Desember, dilaksanakan rehabilitasi gedung Nusantara lt 2, 3 yang sedang berjalan. Anggaran rehab gedung ini sebesar Rp. 67.300.000,-. Sekarang rehab Nusantara ini tinggal tahap penyelesaian, yaitu perbaikan lantai yang dipasang batu granit, peng-aci-an, pengecatan serta pemasangan pagar besi di sepanjang teras gedung Nusantara.
Pembuatan Pagar Besi Nusantara dan Fatahillah
Untuk menyempurnakan bentuk bangunan gedung, dilaksanakan penyelesaian. Peyelesaian tersebut dikerjakan oada teras gedung Fatahillah, yang merupakan gedung kelas putra, dan teras Asrama putra Gedung Nusantara lantai 2 dan 3. pemasangan pagar besi tersebut merupakan tanggungjawab BRT yang menhabiskan anggaran Rp. 20.000.000,-.
Dapur
Salah satu proyek pekerjaan yang sedang berjalan di Pesantren Darunnnajah adalah pembangunan gedung dapur. Dapur sebagai tempat yang menyediakan konsumsi warga Darunnajah ini dilakukan perpindahan. Jadi, tempat perapian, yang sebelumnya berdekatan dengan asrama santriwati, Granada, akan dipindahkan ke bagian sebelah selatan tempat makan. Artinya, tempat perapian dijauhkan dari letak asrama santri yang membuat ketidaknyamanan dengan adanya hawa panas dari tungku tersebut. Anggaran biaya dalam pembangunan Gedung Dapur ini mencapai Rp. 102.000.000,-.
Darunnajah Centre Cipulir, Finishing lt III & IV
{mosimage}Darunnajah Centre yang terletak di Jl. Ciledug Raya No 1 Cipulir Jakarta Selatan dilaksanakan penambahan fasilitas kelas. Bangunan yang berkonstruksi 5 lantai tersebut sudah bisa dugunakan sebanyak 2 lantai saja untuk perkuliahan Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA) dan PGTK-PGSD. Dengan keadaan mahasiswa yang terus meningkat itu, maka ruang perkuliahan tidak mencukupi. Akhirnya dilaksanakan penyelesaian pada gedung lantai 3 dan lantai 4. hal ini sedang berjalan yang dimulai pengerjaanya bulan Januari 2007 ini dengan anggaran biaya sebesar Rp. 450.000.000,-. Dengan penambahan sebanyak 2 kantai inilah diharapkan agar kegiatan pembelajaran mahasiswa sebagai kader umat dan bangsa dapat berkangsung dengan kondusif dan konsentratif.
Asrama Padarincang
Pesantren Yatim Tsurayya Darunnajah 4 yang berada di Padarincang, Serang Banten mulai dikembangkan keberadaannya dengan beberapa program, salah satunya adalah pembangunan asrama santri. Luas asrama yang sedang dilaksanakan pembangunannya ini adalah 480 m2 yang sedang berjalan anggaran biaya sebesar Rp.576.000.000,-. Semoga dengan pemnambahan fasilitas asrama ini akan menambah minat masyarakat sekitar untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 Padarincang Serang Banten.