Sebelum memutuskan naik apa ke pesantren, banyak keluarga yang ingin tahu perbandingan biayanya. Terutama keluarga yang rutin menjenguk anak beberapa kali dalam setahun — selisih biaya per kunjungan bisa jadi sangat berarti kalau dijumlahkan. Jadi mari kita hitung: berapa bedanya biaya perjalanan dari Jakarta ke pesantren di Bogor naik KRL versus mobil pribadi?
Berapa biaya naik KRL dari Jakarta ke pesantren?
Dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Parung Panjang atau Tenjo, tarif KRL berkisar beberapa ribu rupiah saja — tergantung kebijakan tarif yang berlaku saat itu. Untuk pulang-pergi, kalikan dua.
Dari stasiun turun — Parung Panjang atau Tenjo — ke pesantren, kita butuh ojek online. Tarifnya bervariasi tergantung platform dan jam, tapi untuk motor biasanya di bawah tiga puluh ribu rupiah sekali jalan. Untuk mobil online sedikit lebih mahal.
Total estimasi biaya perjalanan satu arah lewat KRL: di bawah lima puluh ribu rupiah. Pulang-pergi: di bawah seratus ribu rupiah. Itu angka yang sangat terjangkau — dan bisa diulang setiap bulan tanpa membebani anggaran keluarga.
Berapa biaya naik mobil pribadi dari Jakarta?
Kalau menggunakan mobil pribadi dari Jakarta Selatan atau Tangerang ke pesantren, ada beberapa komponen biaya yang perlu diperhitungkan.
Bensin: tergantung jenis mobil dan konsumsi bahan bakar. Untuk perjalanan sekitar delapan puluh sampai seratus kilometer pulang-pergi, biaya bensin bisa berkisar seratus ribu sampai seratus lima puluh ribu rupiah.
Tol: kalau lewat JORR, biaya tol satu arah dari Jakarta ke Serpong sekitar lima belas ribu sampai dua puluh lima ribu rupiah tergantung gerbang masuk. Pulang-pergi berarti dua kali lipat.
Parkir: di pesantren biasanya gratis. Tapi kalau parkir di stasiun atau titik transit lain, ada biaya tambahan kecil.
Total estimasi biaya mobil pribadi pulang-pergi: seratus lima puluh ribu sampai dua ratus lima puluh ribu rupiah — tergantung rute dan jenis kendaraan. Itu dua sampai tiga kali lipat dari biaya KRL.
Selisihnya memang terasa?
Untuk satu kunjungan, selisih seratus ribu sampai seratus lima puluh ribu mungkin tidak terasa besar. Tapi kalau kita kunjungi pesantren setiap bulan selama setahun — itu selisih lebih dari satu juta rupiah. Dan kalau kita bicara beberapa tahun masa mondok, angkanya makin signifikan.
Bagi keluarga yang memang menghitung setiap pengeluaran, naik KRL jadi pilihan yang sangat rasional. Biaya lebih rendah, waktu tempuh bisa diprediksi, dan tidak ada risiko macet yang membuat perjalanan jadi stres.
Bagi keluarga yang lebih nyaman dengan mobil — karena membawa barang atau membawa keluarga besar — biaya tambahan itu mungkin sepadan dengan kenyamanannya. Tidak ada yang salah dengan pilihan mana pun.
Mana yang lebih cepat?
Kalau semua lancar, mobil biasanya sedikit lebih cepat — satu jam tiga puluh menit dari Jakarta Selatan. KRL butuh sekitar satu jam empat puluh lima menit termasuk perpindahan moda.
Tapi kalau tol macet — yang bisa terjadi di jam-jam tertentu — mobil bisa jadi lebih lama dari KRL. Kereta tidak pernah macet. Jadwalnya pasti. Dan satu setengah jam di kereta bisa diisi dengan istirahat atau membaca, bukan konsentrasi menyetir.
Jadi kalau bicara soal waktu, keduanya kurang lebih setara. Yang berbeda adalah pengalaman di perjalanan — dan biayanya.
Pesantren yang dimaksud?
Darunnajah 2 Cipining di dataran tinggi Bogor Barat. Bisa dijangkau naik KRL ke Parung Panjang atau Tenjo lalu ojek online, atau naik mobil lewat Serpong-Parung Panjang atau Sawangan-Parung.
Pesantren yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade. banyak santri. Kurikulum agama dan umum terpadu. Bilingual. Fasilitas lengkap. Ijazah diakui Kemenag dan Kemendikbud.
Hubungi WhatsApp 0812111180 untuk bertanya soal rute, pendaftaran, atau apa saja. Tidak ada kewajiban — cukup tanya.