Pada hari Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Aula Al-Ghazali, Pondok Pesantren Darunnajah menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik dengan narasumber yang ahli di bidangnya, Mohamad Deny Irawan, M.A.Hk., seorang reporter Majalah Gontor. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut dihadiri oleh para peserta dari berbagai kalangan yang tertarik mendalami dunia kewartawanan.
Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendalami lebih jauh tentang dunia jurnalistik, yang mencakup proses pengumpulan fakta, penulisan, hingga penyuntingan berita. Dalam paparannya, Mohamad Deny Irawan mengungkapkan pentingnya pengetahuan dalam menulis berita yang berlandaskan pada fakta yang jelas dan valid. “Jurnalistik bukan hanya sekadar menulis, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan informasi yang akurat dan tidak terdistorsi,” ujarnya.
Fungsi utama dari diadakannya kegiatan pelatihan ini adalah untuk mengenalkan dunia kepenulisan kepada santri, serta memberikan pemahaman tentang unsur-unsur yang harus ada dalam teks berita. Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan dapat lebih paham mengenai perbedaan antara jurnalis, jurnalistik, dan jurnalisme.
Hal ini menjadi bagian dari upaya lembaga pendidikan untuk memperkaya wawasan santri dalam bidang penulisan berita yang profesional. Fungsi jurnalistik sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Jurnalistik memiliki peran sebagai sumber informasi, pendidikan, hiburan, kontrol sosial, dan pembentukan opini publik. Mohamad Deny Irawan menegaskan bahwa meskipun berita bersifat faktual, namun opini tetap diperlukan untuk memperkaya perspektif pembaca, asal tidak bercampur dengan fakta.
Salah satu elemen penting yang dijelaskan dalam pelatihan ini adalah prinsip 5W 1H dalam menulis berita: What, Who, When, Where, Why, dan How. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap berita yang disampaikan sudah memenuhi syarat informasi yang lengkap dan jelas.
Kegiatan pelatihan jurnalistik ini menjadi salah satu bentuk upaya lembaga pendidikan untuk mengembangkan kemampuan menulis di kalangan peserta didik. Semoga dengan adanya pelatihan ini, peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam praktik jurnalistik yang lebih profesional di masa depan.




