a href=”http://darunnajah.com/wp-content/uploads/2011/01/ppm-almanshur-berangkat.jpg”>img class=”size-full wp-image-418 alignleft” title=”ppm-almanshur-berangkat” src=”http://darunnajah.com/wp-content/uploads/2011/01/ppm-almanshur-berangkat.jpg” alt=”” width=”340″ height=”197″ />/a>CINANGKA/dn3/com – Bagiku dan kawan-kawan kelas enam Tarbiyatul Mu’allimin/Mu’allimat Al-Islamiyah (TMI) yang lain. Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM) adalah kegiatan yang ditunggu-tunggu, persiapan kami untuk PPM sangat diperhatikan, mulai dari alat-alat apa saja yang akan kami bawa, penampilan untuk acara perpisahan dan panggung gembira, sampai kesehatan kamipun harus dijaga dan diperhatikan.
Setelah ujian nihai gelombang satu selesai, aku dan kawan-kawan seperjuanganku menunggu datangnya hari “H” yaitu hari dimana kami diberangkatkan menuju medan perjuangan, tepatnya satu minggu setelah ujian nihai selesai atau pada tanggal 22 Desember 2010.
Kami berkumpul di depan gedung Tahfidz untuk mendengarkan dan menyimak “tasyji” dan “taujih” arahan dan masukan dari Bapak Pimpinan Pondok Kami, kurang lebih satu jam kami berdiri sambil mendengarkan dan menyimak arahan dari Bapak Pimpinan, kamipun berangkat menuju satu tujuan yang pada saat itu kami tidak tahu entah tempatnya itu jauh, pelosok, dekat, ramai atau bagaimana keadannya, yang pasti dalam hati kami, kami selalu berdo’a untuk keselamatan kami.
Kami selalu bertanya-tanya pada diri kami sendiri, tak terasa air mata kami menetes perlahan diwajah kami, dalam hati kami bertanya pada sang penguasa hati “ya Allah, apakah yang akan kami lakukan disana bermanfaat atau tidak, dan apakan setlah kami pulang mereka yang ditinggalkan akan mencari dan merindukan kami atau tidak”
Tidak terasa, sepanjang perjalanan kami merasa “deg-degan”, kami melihat dan merasa bahwa medan yang akan kami hadapi adalah sebuah desa yang jauh dari keramaian kota. (iis sofiyanti)