Berakit-rakit ke Hulu, Berenang-renang ke Tepian
Menu

Berakit-rakit ke Hulu, Berenang-renang ke Tepian

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

blankPepatah tenar tersebut siapa yang tidak tahu dan faham maknanya, dan bukan tanpa alasan juga diangkat  menjadi tulisan dalam reportase ini, pasalnya ada kronologi cerita yang perlu pembaca simak hingga akhir tulisan ini.

1 jam pasca kedatangan rombongan DELC di Pare (Ahad, 23/06/2013) pukul 20:00 WIB, rombongan langsung dihampiri oleh seseorang yang sempat membuat bingung, setelah memperkenalkan diri, ternyata beliau adalah Mr. Sapril,  officer Mahesa Institute yang diutus Manager Lapangan Mahesa, Mr. Ady. Tanpa menyia-nyiakan waktu dan belaiupun faham betul bahwa rombongan dalam kondisi keletihan setelah perjalanan 31 jam di Bis, Mr. Sapril langsung menyerahkan jadwal learning santri selama 1 bulan di Mahesa Institute. Sekilas, Ustadzah Ela Hulasoh, S.Sos, langsung mengerutkan kening, pasalnya setelah dicermati beberapa menit merasa kaget dengan jadwal learning santri yang dirasa padat bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sebelum menjelaskan lebih jauh mengenai jadwal real kegiatan mereka, kiranya harus dijelaskan terlebih dahulu, bahwa 57 santri akan di bagi ke dalam 2 kelas. Kelas A bagi mereka yang sudah mengenal Bahasa Inggris lumayan baik, sedangkan kelas B adalah bagi mereka yang betul-betul harus dari dasar. Dan selain itu selama di sana mereka mengambil 2 program yaitu Basic Grammer 1 dan Basic Speaking 1. Maka dicapailah hasil kesepakatan santri dan pembimbing diberi kesempatan 1 hari yaitu hari senin, untuk istirahat penuh dan mengurus administrasi –administrasi persyaratan yang sudah dipersiapkan pembimbing di Darunnajah.

blankSetelah merasa cukup beristirahat di hari senin tersebut, ba’da isya langsung dilakukan pretest di Ruang Cambridge secara keseluruhan, usai pretest yang berakhir di pukul 21:30, saat itu juga langsung diumumkan siapa saja yang masuk kelas A dan kelas B. dan setelah langsung diberikan jadwal bagi masing-masing kelas. Lucunya, reaksi yang ditunjukkan santri sebagaimana pembimbing, yaitu kaget dengan penuhnya jadwal mereka.

Berikut jadwal kegiatan santri DELC selama di Mahesa Institute :

03:30-04:30     Mandi                                                              Camp

04:30-05:00     Jama’ah Shubuh                                         Camp

05:00-06:00     Learning/English Morning                    Camp

06:00-07:00     bersih-bersih dan sarapan                    Camp&waroeng sinten

07:00-08:30     Basic Grammer 1                                        Liverpool Room

08:30:10:00     Basic Speaking 1                                          Boston Room

10:00-12:00     Mengerjakan Tugas dan Istirahat        Camp

12:00-13:00     Jama’ah dzuhur dan Makan Siang        Camp&Waroeng Sinten

13:00-14:30     Basic Grammer 1                                          Perth Room

14:30-16:00     Basic Speaking 1                                           Manchester Room

16:00-17:30     Mandi dan Kebersihan Umum               Camp

17:30-18:00     Jama’ah maghrib                                         Camp

18:00-19:00     English Night                                                 Camp

19:00-19:15     Jama’ah isya                                                   Camp

19:15-19:30     Makan malam                                                 Waroeng Sinten

19:30-21:00     Basic Grammer 1                                          Brisbane Room

21:00-03:30     Tidur Malam                                                  Camp

Perlu diketahui bersama, bahwa Mahesa Institute hanya mentolelir keterlambatan maksimal 10 menit saja, di atas itu maka tidak berhak masuk ruang. Dan bila sering terlambat maka dianggap mengundurkan diri sehiungga tidak boleh ikut ujian . Setelah jadwal ini beberapa hari berjalan, pembimbingpun melakukan testimoni terhadap santri mengenai penyesuaian jadwal, mereka kompak menjawab “asik dan enjoy…, di sini lebih banyak prakteknya”.

Namun tidak bisa disembunyikan keletihan yang mereka rasakan meneyesuaikan diri dengan jadwal yang penuh, karena ada 7 session yang mereka dapat dalam sehari. Pada jam-jam luangpun mereka harus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh para tutor. Maka tidak salah ketika Revania, santri kelas VIII MTs dengan polos mengatakan “ustadzah…sepeda yang kita sewa untuk sebulan liat deh..nganggur..ga kepake..ga ada waktu buat goes-goes keliling Pare..”. sambil tersenyum getir membalas dengan “Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian..” itulah jawaban diplomatis Ustadzah Ela Hulasoh menanggapi keluguannya sambil melawan rasa kasihannya terhadap keluhan anak. (WARDAN/Elana TodoMore)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait