Dua hari ini, (19-20/08/09) Tresna Amalia, A.Ma, selaku bendahara MTs. Darunnajah Cipining sedang mengikuti pelatihan Bendahara se KKM-2 MTs Negeri Babakan Sirna Leuwiang Bogor.

Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP), pada bulan Juli 2008 kemarin, banyak lembaga/intansi sekolah Kabupaten Bogor dan kabupaten-kabupaten lainnya, bahwa laporan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak sejalan atau sesuai dengan juklak dan juknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga dikhawatirkan tujuan digulirkannya (BOS) akan melenceng dan salah sasaran, atau sudah benar penggunaan, tetapi tidak cakap dalam teknik pelaporan.
Menyikapi hal ini, Team manajemen BOS Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor dan KKM- 2 Babakan Sirna menyelenggarakan kembali atau menyegarkan kembali bendahar-bendahara se- KKM- 2 tentang teknis pembuatan laporan yang sesuai dengan aturan pemerintah.
Bersama 81 bendaharawan lainnya, bertempat di Gedung Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ciawi, Bogor, bendahara MTs. Darunnajah sangat serius dan tekun dalam mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali materi–materi berkenaan dengan pengelolaan dana BOS, antara lain Juknis/Juklak BOS dan Permasalahan Umum yang sering terjadi; Implementasi RAPBS dalam Realisasi; dan Tata Cara Administrasi Pertanggungjawaban BOS. Materi-materi ini disampaikan oleh Bapak Haryadi dan Bapak Aceng Fitria (Team Manajemen BOS Kandepag Bogor) dan Bapak Yayan (Bendahara MTs. Negeri Babakan Sirna).
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Departemen Agama, Drs. H.A. Zaenal Abidin. AR., M.Pd.I , sekaligus membuka kegiatan dan Kasi. Mapenda, Mahmud Syam, M.Ag. Di sela-sela sambutannya, Kandepag memesankan kepada para peserta, “Bendahara harus mampu dalam mengelola dana pemerintah dan bisa mempertanggungjawabkannya dengan benar”. Sedangkan Kasi. Mapenda juga menyampaikan, bahwa temuan BPKP penggunaan dana APBBN harus sesuai dengan juklak untuk menghindari kesalahan”.
Untuk itu para bendahara sekolah harus benar-benar mengerti secara detail penggunaan dana BOS dan pelaporannya agar tahun ajaran baru ini, dan tahun-tahun mendatang, laporan bisa tepat waktu serta akurat dalam penyelesaiinnya antara data dan tujuan yang diharapkan pemerintah.
Siang tadi (pukul 14.00) WIB di sela-sela kesibukan mengikuti acara pelatihan, bendahara kita menyampaikan kesannya, melalui sms, bahwa dengan acara ini pengetahuan tentang pengelolaan BOS bertambah, tata cara pembuatan Laporan BOS, Laporan Reguler Sekolah dan data fisik sekolah meningkat dari sebelumnya, penyampaikannya enak dan bisa dimengerti untuk diaplikasikan di sekolah masing-masing.
Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini lembaga-lembaga pendidikan bertambah wawasannya, bisa lebih mengerti dan mengaplikasikan bantuan pemerintah sesuai dengan apa yang telah diamanatkannya [Mr. Song]