Benarkah Malaikat Maut Datang 70 kali Setiap Hari?
Menu

Benarkah Malaikat Maut Datang 70 kali Setiap Hari?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Beredar Hadits dikalangan umat dengan redaksi seperti ini;

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a, Rasulullah Salallohualaihi Wassalam Bersabda: “Bahwa malaikat maut meperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang menatap wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak-tawa.”

Jika kita hitung,1 hari ada 24 jam=1440 menit. 1440 menit/7O kali malaikat melihat kita=20.571 menit, itu berarti Malaikat Maut mendatangi manusia setiap 21 menit setiap hari!

Pertanyaannya; Betulkah Malaikat Maut mendatangi manusia setiap hari sebanyak 70 kali? Shahih kah hadits tersebut?

Jawabnya, untuk hadits yang serupa dengan redaksi yang sama persis, penulis belum menemukannya. Namun ada hadits lain dengan makna sejenis;

إِنَّ مَلَكَ الْمَوْتِ لَيَنْظُرُ فِي وُجُوهِ الْعِبَادِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعِينَ نَظْرَةً، فَإِذَا ضَحِكَ الْعَبْدُ بَعَثَ إِلَيْهِ يَقُولُ: يَا عَجَبَاهُ بُعِثْتُ إِلَيْهِ لأَقْبِضَ رُوحَهُ وَهُوَ يَضْحَكُ

“Sesungguhnya malaikat maut benar-benar melihat pada wajah-wajah para hamba setiap hari 70 kali. Apabila seorang ingat matihamba tertawa, maka ia akan mengutus dan berkata, ‘Betapa mengherankannya. Aku diutus kepadanya untuk mencabut nyawanya, sedangkan ia malah tertawa’.”

Riwayat tersebut terdapat dalam kumpulan hadits-hadits palsu di kitab Tanzih asy-Syariah al-Marfu’ah ‘an al-Akhbar asy-Syani’ah al-Maudhu’ah (2/375) yang disusun oleh Ali bin Muhamad al-Kinani.

Jika Hadits tersebut tidak Shahih, maka kita tidak dibenarkan untuk menggunakannya, kecuali menyampaikan dengan penjelasan ketidak-shahihan hadits tersebut. Dan para ulama kita sudah memberikan batasan dan syarat yang ketat jika kita ingin menggunakan Hadits yang Dhaif (lemah) sebagai landasan dalam beribadah.

Adapun tentang keutamaan mengingat kematian, adalah perbuatan yang sangat terpuji, karena akan menjadi motivasi buat pribadi Muslim agar bahu membahu mengumpulkan bekal akhirat, serta menjadi iktibar dari dosa dan kemaksiatan sehingga seorang Muslim bersegera dalam bertaubat.

Ada banyak Hadits yang menyebutkan keutamaan untuk memperbanyak mengingat kematian, bahkan diantara Hadits disebutkan bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini;

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

[WARDAN/Deni]

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Maklumat Pimpinan Terkait Peraturan Terbaru Kedatangan Santri

Maklumat Pimpinan Pesantren Annur Darunnajah 8 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 dan Kedatangan SantriMaklumat Pimpinan Pesantren An-Nahl Darunnajah 5 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Dan