Menjelang Idul Adha, penting bagi umat Islam memahami tata cara qurban yang benar. Rabu kemarin, para santri kelas 6 Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta mendapat pelajaran khusus tentang fiqh qurban. Acara yang diadakan di Gedung Aula Al Ghazali ini diikuti seluruh santri putra dan putri kelas 6. Ustadz H. Hendro Risbiyantoro, M.S., yang menjadi pembicara menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami para santri.
Penyuluhan dimulai pukul 09.00 WIB dengan suasana yang cukup antusias. Para santri terlihat bersemangat mendengarkan penjelasan tentang hukum qurban, syarat-syarat hewan yang boleh dikurbankan, sampai waktu yang tepat untuk menyembelih. Ustadz Hendro menjelaskan bahwa tidak semua hewan bisa dijadikan qurban. Hewan harus sehat, tidak cacat, dan sudah mencapai umur tertentu sesuai syariat Islam.
Yang membuat acara ini menarik adalah adanya praktik langsung setelah penyampaian materi. Para santri diajak melihat bagaimana cara menyembelih hewan qurban yang benar. Mulai dari membaca bismillah, menghadapkan hewan ke kiblat, sampai teknik pemotongan yang sesuai ajaran agama. Beberapa santri bahkan berani bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami.
“Alhamdulillah anak-anak sangat antusias hari ini. Mereka banyak bertanya dan terlihat paham dengan materi yang disampaikan,” kata Ustadz Hendro setelah acara selesai. Menurutnya, penting bagi santri memahami makna di balik ibadah qurban. Bukan hanya soal memotong hewan, tapi juga tentang berbagi dengan sesama dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kegiatan pembekalan ini rutin diadakan Darunnajah menjelang hari-hari besar Islam. Tujuannya agar para santri tidak hanya mempelajari materi dari dalam kelas, tapi juga paham betul tentang berbagai macam ilmu kehidupan sesuai tuntunan Islam. Dengan begitu, ketika mereka nanti kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi teladan yang baik dan menyebarkan ilmu yang sudah dipelajari selama di pesantren.







