Bekal Mental untuk 30 Calon Mahasiswa Al-Azhar Cairo Bekal Mental untuk 30 Calon Mahasiswa Al-Azhar Cairo

Bekal Mental untuk 30 Calon Mahasiswa Al-Azhar Cairo

Sebanyak 30 alumni Pesantren Darunnajah 2 Cipining akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir, pada Selasa, 9 Desember 2025. Sebelum bertolak, mereka menghadiri pertemuan khusus dengan Pimpinan Pesantren, Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si, pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Aula Al-Ghazali, Pesantren Darunnajah Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk membekali para calon mahasiswa dengan nasihat strategis menghadapi kehidupan akademik di negeri Piramida. Di balik keberangkatan ini, tersimpan pesan mendalam tentang keteguhan hati dan kesungguhan menuntut ilmu yang akan menentukan kesuksesan mereka di salah satu universitas tertua di dunia.

Bekal Mental untuk 30 Calon Mahasiswa Al-Azhar Cairo
Bekal Mental untuk 30 Calon Mahasiswa Al-Azhar Cairo

Para calon mahasiswa akan berangkat dalam dua gelombang berbeda. Gelombang pertama melalui jalur konsorsium dijadwalkan berangkat pukul 08.45, sementara gelombang kedua melalui jalur Kementerian Agama akan menyusul pada pukul 14.00. Dari 30 mahasiswa tersebut, lima orang berasal dari angkatan 30 tahun 2023, sepuluh orang dari angkatan 31 tahun 2024, dan lima belas orang dari angkatan 32 tahun 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Sofwan memberikan pesan krusial kepada para calon mahasiswa. Pesan pertama dan utama adalah larangan untuk menyesal dan mengeluh selama menempuh pendidikan di Mesir. Menurutnya, sikap mengeluh akan menurunkan kondisi psikologis mahasiswa dan menghambat proses belajar. Sebaliknya, sikap bersyukur atas kesempatan belajar di Al-Azhar harus menjadi fondasi mental yang kuat. Al-Azhar Cairo yang dibangun sejak tahun 970 Masehi dan telah berusia lebih dari seribu tahun merupakan sumber ilmu pengetahuan dan lambang wasathiyah atau moderasi Islam di dunia.

Pimpinan Pesantren juga menekankan pentingnya disiplin kuliah setiap hari dengan target kelulusan empat tahun. Para mahasiswa diminta untuk tidak terjebak dalam aktivitas bisnis atau pergaulan yang dapat mengganggu fokus akademik. Ia mengingatkan bahaya salah memilih teman yang dapat menjerumuskan pada kebiasaan buruk seperti bermain game berlebihan atau berkeliaran tanpa tujuan jelas. Statistik menunjukkan terdapat sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia di Mesir, namun banyak yang gagal karena tidak bergaul dengan masyarakat lokal sehingga sulit menguasai bahasa Arab.

Keberangkatan 30 alumni Pesantren Darunnajah 2 Cipining ke Al-Azhar Cairo bukan sekadar perjalanan fisik melintasi benua, melainkan perjalanan spiritual menuju kedalaman ilmu. Dengan bekal nasihat dari pimpinan pesantren, diharapkan mereka mampu memanfaatkan setiap kesempatan dengan optimal, menjaga fokus pada tujuan akademik, dan kembali sebagai alumni yang membawa pencerahan bagi masyarakat. Kesuksesan mereka akan menjadi inspirasi bagi generasi santri berikutnya yang bercita-cita menimba ilmu di universitas Islam terkemuka dunia.

Bekal Mental untuk 30 Calon Mahasiswa Al-Azhar Cairo
Bekal Mental untuk 30 Calon Mahasiswa Al-Azhar Cairo

Daftar Calon Mahasiswa Al-Azhar Cairo 2025:

Angkatan 30 (2023) – KONSORSIUM:

  • Rouf Rifqi
  • Aulia Sabrina
  • Kayla Nursasi Hanum
  • Salma Ghaitsa Qathrinnada
  • Zakiah Almufidah Nur Syamsu

Angkatan 31 (2024) – KONSORSIUM:

  • Muhammad Rafif Alaudin
  • Dias Fathur Rizki Saputra
  • Faiq Hanan
  • Muhammad Haqin Nazil
  • Muhammad Iqbal Syamil
  • Shidqy Al Faqih Suryawardani
  • Silmi Ghefira Rezkita
  • Hanifa Salsabila
  • Hayfa Tsani S.
  • Qanita Ariqah Rusdi

Angkatan 32 (2025) – KEMENAG:

  • Fathi Farhat Nazan
  • Ghifar Al-Habsi SN
  • Hilmy Aditya
  • M Abyaz Wicaksono
  • Muhammad Noor Aufa El Hikam
  • Muhammad Rizky Priambodo
  • Saeful Dava
  • Wildan Hakim
  • Zein Muhammad Agung
  • Aisyah Marsyabillah
  • Aliyya Fitri Ramadhani
  • Annisa Khoirina Muha
  • Dzakiyyah Luthfi Hanifah
  • Nadya Meika Putri
  • Salwa Lailatul At-qiya