BCM; Bermain, Cerita, dan Menyanyi
Menu

BCM; Bermain, Cerita, dan Menyanyi

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Salah satu metode mengajar yang dapat dijadikan pilihan agar anak didik tidak bosan adalah BCM, “Bermain, Bercerita, Menyanyi”. Metode yang cocok untuk anak usia Sekolah Dasar ini cukup ampuh untuk mengatasi kejenuhan dalam belajar, terutama pada jam pelajaran terakhir. Metode BCM ini pun di tularkan pada Seratus Calon Guru Diniyah Darunnajah Cipining, oleh Narasumber yang sudah tidak diragukan lagi Ilmu dan Pengalamannya, Ust Muhlisin S.H.I

Hari Senin 8 November 2010, Pertemuan ke-3 yakni jam terakhir, terasa seperti suasana pagi dengan penuh semangat dan riang gembira. Kejenuhan yang hampir terasa oleh para peserta tiba-tiba lenyap setelah Ustadz yang akan menikah tanggal 21 November ini memberikan sebuah Game 9 Titik (Think Out of The Box), dan memperlihatkan Buku Motivasi yang akan diberikan kepada Peserta terbaik dan teraktif. Game-game lainnya seperti “Respect And Shoot”, Kertas Ajaib, Cepat Tepat, Robot Mujahid, Pesawat Tangan, dan Aneka Permainan Tepuk.

blankSelain mengajak Bermain dengan game-game mendidik, ada jurus kedua yang diberikan oleh Ustadz yang memiliki nama Pena Mr.Mim ini yakni Cerita. Ada banyak cerita dan kisah teladan yang dapat dijadikan rujukan dan “senjata ampuh” untuk mengambil hati anak peserta didik. Ada cerita Al-Qomah, Juraisy, Si Kancil, Kisah lucu Shollu Bil Mighrofah dan  Zurni Laila  dan lain sebagainya. Setelah Anak merasa senang dan cocok dengan gurunya, disitulah mulai proses mentransfer Ilmu dapat dilakukan dengan baik. Karena seorang anak yang kurang mengenal gurunya, akan sangat sulit untuk menerima pelajaran dari sang guru.

Terakhir, yang paling disenangi anak adalah Menyanyi. Ya, sebagai guru Diniyah yang ingin di senangi oleh anak didiknya memang harus bisa Menyanyi. Minimal lagu-lagu anak-anak yang ringan, namun tentu saja mengandung nilai moral yang baik. Diutamakan lagu-lagu yang mengandung nilai-nilai keimanan, agar peserta didik benar-benar akrab dengan religiusitas yang ingin kita ajarkan pada mereka. Ada banyak lagu anak yang bisa kita ajarkan, beberapa lagu kita ambil dari Nasyid-nasyid, dan beberapa lagu bisa kita sadur sendiri.

Menjelang akhir pertemuan, beberapa peserta diminta untuk mendemonstrasikan metode BCM ini didepan peserta lain, layaknya di depan anak-anak Diniyah. Mengajak peserta yang sebenarnya satu usia terlihat unik dan lucu, terutama saat mengajak bercerita tentang Zurni Laila, peserta tertawa terpingkal-pingkal dibuatnya karena cerita yang dibawakan rupanya berbeda dengan semestinya. Akhirnya, buku tebal yang berjudul ISQ yang di janjikan akan diberika pada peserta terbaik oleh Ust Muhlisin S.H.I, berhasil di gondola oleh salah satu peserta Pelatihan yang berasal dari kelas 5 B santri putri. Hari Pertama pelatihan cukup mengesankan, tidak sabar rasanya menanti hari esok untuk mengikuti lanjutan dari Pelatihan Guru Diniyah dan TPA ini. [Wardan/Kang DR].

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
TK Darunnajah Jakarta

Awwalussanah Bersama Tk Islam Darunnajah

Awwalussanah Bersama Tk Islam Darunnajah Kamis, 18 Juni 2020 telah dilaksanakan kegiatan “temu sapa” bersama para siswa/siswi kebanggaan kami Tk Islam Darunnajah. Acara ini diawali