TRAINING FOR STUDENT
Hantarkan Santri Darunnajah 2 ke Arah Perubahan
Pondok Pesantren Darunnajah merupakan lembaga pendidikan yang mengemban amanah untuk melahirkan kader-kader dakwah intelek dan militant. Untuk itu tepat tanggal 5 sampai 9 Mei 2008 diadakan Training for Student sebagai realisasi mewujudkan cita-cita Pondok Pesantren tersebut. Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini dibuka oleh Ustadz Khuseini yang mewakili pimpinan Pondok Pesantren yang berhalangan hadir. “Pondok Pesantren berupaya keras untuk menghantarkan kalian, sebagai santri Pondok Pesantren Darunnajah untuk menjadi ulama yang itelek. Untuk itu sangat diperlukan proses pendidikan dan latihan. Sekarang tiba saatnya akan mendapatkan pelatihan agar mendapatkan bekal empat poin terpenting dalam hidup kalian, diantaranya pembinaan keimanan, pembinaan keilmuan, pengamalan ibadah, pembinaan jalinan sosial dan akhlaq mulia.” Ujar Ustadz Khusein dalam sambutannya. “ Inilah alasan kami civitas academic Pondok melaksanakan training ini”. Lanjutnya.
Dalam acara pembukaan training, selaku ketua panitia, Ustadzah Siti Ruqoyah mengungkapkan tujuan diadakan training for student, “Meletakkan pondasi keimanan yang kokoh kepada santri darunnajah, menumbuhkembangkan pribadi mulia disisi Allah dan sesama manusia, merealisasikan fitrah santri darunnajah yang merupakan calon pemimpin, memotivasi santri untuk terus mepunyai semangat dan bercita-cita tinggi serta berjiwa sosial yang tinggi.” Ustadzah Ruqoyah juga menghimbau kepada para santri untuk serius, penuh kesungguhan dan jiwa keikhlasan dalam mengikuti training, supaya mendapatkan hasil yang optimal yang bisa dipetik dikemudian hari.
Pelatihan ini mendapat kategori basic training, yang mencakup materi Spiritual Training dengan topik Ma’rifatullah (Pengenalan pada Allah), Ma’rifatur rosulullah (Pengenalan pada Rosul Allah) Ma’rifatul Quran dan Birul walidain (Bakti orang tua). Selanjutnya Leadership Training dengan materi Budaya Organisasi, Leadership Skill, Aplikasi kepemimpinan dan keorganisasian serta Efective Team Building. Metode yang digunakan dengan menggunakan pendekatan aktif untuk mengembangkan potensi peserta, baik cognitive, psychomotor dan afective domine, diantarnya : Ceramah / klasikal, diskusi, simulasi / game, out door, mentoring, aktivitas kelompok dan muhasabah.
Trainer dari tim trainer Pondok Pesantren Darunnajah dan Tim Trainer dari Pondok Pesantren Daarut Tauhid Jakarta serta MCL Jakarta. Selain itu didukung dengan kepanitian dari tim Ustadzaat dan santriwati kelas IV Pondok Pesantren Daarunnajah Cipining
Teknis kegiatan ada yang indoor dengan menggunakan fasilitas aula sebagai tempat utama. Ada juga yang outdoor saat simulasi dan game serta hari terakhir training dengan outbond yang tepatnya di medan lapang kampus II Pondok Pesantren Darunnajah Cipining. Saat outbond inilah diharapkan santri mampu mengambil hikmahnya dari masing-masing game yang dimainkan secara berkelompok. Diantara simulasi dan game yang dimainkan adalah blind bottle, blind ball, blind bom, blind lead, perang badar, halang rintang, ranjau, penyebrangan dua tali, penyebrangan satu tali, traffic jam dan spider wibe. Outbond ini merupakan rangkuman dari materi indoor yang dipraktekan peserta. Dan peserta diminta untuk mampu memenej waktu, diri dan kelompok dalam kurun waktu 6 jam, mulai 08.00-13.00 memainkan 11 macam simulasi yang didahului dengan short mach terlebih dahulu.
Manfaat yang bisa dipetik
Diharapkan peserta mampu bekerja secara team, pernyataan diri untuk siap dipimpin dan memimpin, bersih hati dari penyakit dan kotor hati, kedisiplinan, manajemen diri waktu dan kelompok, dobrak diri dan perubahan diri serta penambahan ilmu pengetahuan diluar jam pelajaran.
Hal yang menarik dari training adalah penyatuan antara santri kampus I dan kampus II dan sangat dirasakan peserta secara mendalam yaitu terjalinnya ukhuwah yang sebelumnya belum terasa.
Hal lain menarik dari training sebelumnya yakni materi untuk Madrasah Aliyah, dengan adanya materi dzikrul maut. Tepat hari terakhir 8-9 Mei pukul 21.00-22.00 peserta mendapat pembekalan materi dzikrul maut diaula. Setelah tengah malam peserta diposisikan ketempat gelap dengan bekal lilin untuk muhasabah diri, munajat pada Allah, membaca kalam ilahi sholat lail hingga subuh tiba. Dan hasilnya peserta diharapkan semakin merasa dekat dengan kematian dan berupaya keras mempersiapkan bekal pulang ke hadirat Allah SWT. Hal ini terjawab setelah acara penutupan yang dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining (9 Mei). Sebelum memberi sambutan, K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc. Meminta perwakilan dari peserta untuk memberi kesan dan pesan, hal yang disuka dan tidak disuka serta usulan training berikutnya.
“Saya merasa semakin dekat dengan Allah, Merasa semakin rindu dengan rosul Allah, merasa berdosa tidak sering membaca al-Quran dan merasa semakin ingin berbakti kepada orang tua setelah mengikuti training ini.” Tutur Selvi klas V “Terlebih saat mengikuti materi dzikrul maut, sungguh…. Sulit diungkap dengan kata karena merasa banyaknya dosa dan kurang mohon ampun sama Allah” Lanjutnya.
Salah satu peserta klas IIc yang diwakili oleh Nur Rafidah, mengungkapkan begitu berartinya pelatihan semacam ini. “Semoga ada tindak lanjut dan diadakan lagi. Terlebih saat outbond. Seru, seru sekali apalagi ditambah fasilitas outbond yang lain yaitu flying fox.” Tutur Rofidah. Usulan peserta disambut hangat dengan Ustadz Jamhari dalam pemberian sambutannya. “ Ya, Insyaallah, saya sangat setuju dengan usulan kalian. Dengan catatan training berikutnya semakin terprogram terorganisir dan tertata dengan rapi dengan didukung oleh tim trainer yang handal dan fasilitator yang lengkap.” Sambut Ustadz Jamhari. Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik yang diraih oleh Sumarni klas Intensif B dan Siti Rofidah klas IIc. Serta ditutup dengan doa oleh Ustadz Ahmad Rosihin S.Pdi. Sebagai Ketua Biro Pengasuhan Pondok Pesantren sekaligus penanggung jawan Training for Student Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining. (Evit)