BahasaKu,,,,,Mahkota PondokKu……

Hy Guys,,,,,,,,

Dalam kesempatan kali ini,,,sengaja kami ingin sedikit membahas Darunnajah Cipining ingin sedikit membahas tentang “BAHASA” di pondok kami tercinta,,,,ya….walaupun kami hanya sekedar anak pesantren tapi…Ups! Tunggu dulu! Jangan remehkan kami tentang bahasa kami! Karna kami selalu ingat dengan semboyan pondok kami….”AL-LUGHATU TAAJUN MA’HAD” bahasa adalah Mahkota Pondok.

kalian semua pasti ingin tau kan….seperti apa sih hebatnya para pengurus Bag.Bahasa Pond-Pest Darunnajah dalam menegakkan Bahasa dipondok ini???

Jurus-jurus andalan apa saja yang mereka keluarkan untuk membuat para penghuni pondok ini senang untuk berbahasa Arabic and English???

Apa sih motifasi mereka hingga mereka senang untuk berbicara Arabic and English Language???

Seperti apa ya,,,,hukuman bagi mereka yang melanggar bahasa????

Dan terakhir,,,,,,,siapa sich guru ust/usth yang paling jago untuk berbahasa Arabic and English Language dimata para santri?????

 

Kita mulai perjalanaan kita yuk………………………

 

Bahasa adalah salah satu sarana untuk bisa membuka jendela dunia. Kenapa??? Karena kita tidak mungkin bisa bersosialisasi, berinteraksi dengan orang lain tanpa bahasa, jika kita pergi ke satu daerah saja di Indonesia kita akan menemukan berbagai macam culture, kebiasaan, dan tentunya bahasa yang berbeda dari daerah kita bukan? Itulah satu dari sekian banyak alasan yang membuat kehadiran BAHASA menjadi sangat penting dalam kehidupan kita.

Begitupun dengan kami,,, para santri/santriwati Pond-Pest Darunnajah Cipining. Kami begitu bangga dengan pondok kami bukan saja dengan pendidikan, ataupun kedisiplinannya tapi, kami pun bangga akan bahasanya. Mulanya kami hanyalah seorang murid yang tidak mengenal apa itu bahasa arab dan inggris. Tapi…sungguh hebatnya para kakak-kakak pengurus Bag. Bahasa yang sedikit demi sedikit telah menyulap lisan kami untuk terus-menerus berlatih berbicara bahasa arab dan inggris.

Kakak-kakak pengurus Bag.Bahasa begitu hebat, pintar, dan pastinya mereka sangat ditakuti oleh anggota yang lain. Mereka memikul sebuah amanat yang besar dari pondok ini untuk bisa memajukan bahasa para santri/santriwatinya. Mata mereka yang tajam layaknya singa siap menerkam mangsa yang tidak memakai bahasa resmi, telinga mereka pun tak kalah tajam yang bisa mendengar suara dari kejauhan bahkan suara sekecil suara semut pun mereka dapat dengar dan akan langsung menerkam siapapun anggota yang melanggar peraturan bahasa.

Bagaimana bulu kuduk kami tidak merinding? Bagaimana juga wajah kami tidak lemas? Jika Bag.Penerangan sudah mulai membacakan daftar anggota yang akan masuk mahkamah pada jam ½ 10 malam nanti????

Itulah hebatnya bagian bahasa Pond-Pest Darunnajah Cipining,,,yang berhasil membuat kami menyerah untuk terus-menerus memakai bahasa Indonesia dan bahasa daerah hingga kami memutuskan untuk memakai bahasa Arab dan Inggris dalam keseharian kami.

Dibalik wajah menyeramkan para penegak Bag. Bahasa, mereka pun tidak hanya memberikan kami materi saja yang berupa kegiatan “mufradath” (pemberian kosakata) setiap sore. 1 minggu sekali kami dipedengarkan lagu-lagu bernuansa English atau Arabic tergantung pada minggu bahasa. Karna pergantian bahasa di pondok kami adalah setiap minggu. Kami juga dipertontonkan kartun arab ataupun cerita-cerita berbahasa inggris yang tidak ada terjemahannya, sehingga menuntut bahkan menantang kami untuk bisa mengerti alur cerita tersebut dengan bahasa yang telah kami kuasai sedikit-demi sedikit.

Tak kalah pentingnya, pondok kami tercinta juga membekali kami dengan kegiatan “Muhadharah” (Pidato). Para pengurus Bag. Bahasa bekerjasama dengan pengurus Bag. Pengajaran untuk bisa mengawasi lancarnya acara Muhadharah. Acara Muhadharah ini tidak hanya berbahasa Indonesia saja, tapi juga bahasa Inggris dan bahasa Arab, acara pidato ini pun tidak hanya melatih mental kami untuk berani maju didepan umum karna pada dasarnya acara ini juga melatih kami untuk dapat berpidato dengan baik menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Sebelum kami melaksanakan acara Muhadharah para penceramah pun diharuskan membuat teks pidato yang kemudian akan diperiksa oleh kakak-kakak bag. Bahasa 1minggu sebelum acara Muhadharah. Jika ada bahasa yang salah atau yang kurang tepat mereka harus cepat membenarkannya dan kemudian menyetorkan teks pidato kepada kakak-kakak bag.bahasa yang bertujuan agar kami sudah hafal pidato tanpa melihat teks. Itulah hebatnya kakak-kakak pengurus Bag.Bahasa kami.

“aku ingin jadi guide (penerima tamu-tamu asing) jika besar nanti” ucap Rachma santriwati kelas 5 MA. “Saya pengin ke mesir lihat Piramid dan berbicara dengan syaikh-syaikh arab” cita-cita mulia dari Zulfa santriwati kelas 4 MA. “kalau saya, mau kuliah ambil jurusan Sastra English bu,,,biar fasih berbicara bahasa Inggris ” mimpi Linda salah seorang pengurus OSDC. (kurang santri)

Itulah satu dari sekian banyak hal yang memotifasi kami para santri/santriwati untuk terus menerus belajar, berlatih, dan mencoba untuk berbicara bahasa resmi Arabic and English language. Karena selain para kakak-kakak pengurus yang sangat menyeramkan, kami juga harus menjaga persepsi pondok kami “Al-Lughatu Taajun Ma’had” (Bahasa adalah MahkotaPondok) itu juga yang mengharuskan kami berbicara bahasa resmi.

Peraturan tercipta karena adanya suatu pelanggaran….itu memang benar terjadi, jika seandainya kami tidak melakukan pelanggaran tidak akan ada peraturan. Peraturan memang sulit sekali untuk dipatuhi tapi dunia ini akan lebih berantakan jika tidak ber-peraturan.

Tidak sedikit dari para santri/santriwati yang melanggar peraturan Bag.Bahasa, setiap hari selalu saja ada mangsa yang siap masuk dalam mahkamah Bag.Bahasa. beraneka ragam kesalahan yang mereka perbuat mulai dari tidak menggunakan bahasa resmi, tidak membawa buku catatan khusus mufradath, sampai mereka yang tidak mengikuti program kebahasaan dengan sengaja. Kelas mereka pun beraneka ragam, mulai dari kelas 1 sampai kelas 4 bahkan tidak sedikit pengurus yang melanggar aturan-aturan berbahasa. Hanya saja beda pengurus dengan anggota, jika anggota akan masuk mahkamah dengan pengurus yang menjadi hakimnya tapi pengurus akan lebih merinding karena mereka akan langsung dihakimi oleh Ust/Usth pembimbing Bag.Bahasa.

Hukuman yang akan mereka terima pun beraneka ragam sesuai kesalahan yang mereka perbuat. Tapi pada dasarnya setiap hukuman yang kami berikan kepada para pelanggar berdasarkan atas “Pendidikan” mengapa???Karena segala apa yang kita dengar, lihat dan rasakan alangkah baiknya jika semua itu mengandung unsur-unsur pendidikan. Disamping itupun kami melatih mental mereka menjadi jiwa “Pemberani” berani berbuat maka harus berani mempertanggung jawabkannya juga.

Gimana Guys???? Hebat kan kalau kita bisa menjadi penerus generasi bangsa yang akan membuka jendela dunia ini dengan bahasa kita??? Pasti Orang Tua, Kerabat, Keluarga akan bangga pada kita, iya nggak????

Dan sekarang….kita masuk kategori  terakhir neh……”Siapa sich diantara sekian banyak Ust/Usth yang menjadi favorit/teladan bagi mereka santri/santriwati Darunnajah dalam hal bahasa??? Kita lihat opini para santri/santriwati Darunnajah yuk,,,,,,

Rahmawati 2 MA “Menurut saya Ust. Muallim Fajri, Beliau sangat fasih grammar”

Annisa 3 MA “Menurut ana, Ust. Mukhlisin…jago bahasa arabnya!!!”

Salsabila 2 Mts “ kalo bahasa arab, bu Mira! Tapi kalau bahasa Inggris bu Putri”

Nah……itulah guys!!! Pendapat dari 3 orang teman-teman kita mengenai ust/usth yang mereka anggap fasih alias okee dalam bahasanya…..

Makanya,,,,,kita semua harus tetap terus meningkatkan budaya berbahasa resmi di Pondok kita tercinta Darunnajah….

(Ajeng)