BAGAIMANA MENGELOLA SANTRI MODERN?

BAGAIMANA MENGELOLA SANTRI MODERN?

Dalam memenuhi kekosongan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terkait sedang berlangsungnya Ujian Nasional (UN) tingkat  MTs/SMP, pengurus OSIDC dan Koordinator kampus II Mengagendakan kegiatan berupa seminar dari tanggal 29 Maret s.d.  1 April di Auditorium Pesantren Darunnajah Cipining.

Untuk hari pertama, seminar mengenai teknologi. Bicara mengenai teknologi berarti masuk pada jaman dimana kehidupan dipenuhi dengan alat-alat canggih yang salah satu ikon terpentingnya adalah komputer. Kondisi ini kemudian dinamai dengan jaman modern. Dan point terpentingnya, teknologi ini dikembangkan oleh Negara barat yang dengan pencapaiannya ini lalu mendiskriditkan orang timur terutama Indonesia yang notabene beragama Islam sebagai kaum yang konservatif.

Untuk itu, seminar yang dikonsep denga motto ”Menciptakan Generasi Muslim Modern” menuntut para santri  untuk turut mengikuti perkembangan jaman yang semakin canggih dan modern, namun masih tetap memegang nilai keagungan Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamin. Maka, panitia sengaja memilihkan  trainer-trainer  yang handal dan berpengalaman.

Antusias Pengen Bisa Bikin Film

Editing Film

Siapa yang gak suka film? Rata-rata orang Indonesia hobi dan suka kalau menonton film. Ini terbukti dengan beberapa kali kesuksean besar yang dicapai oleh 21 (Twenty one) yang selalu menampilkan film-film terbarunya. Seperti Titanic, The Lord of The Ring, Harry Potter, 2012, Suster Ngesot, Ada apa

Dengan Cinta dan produk lokal lainnnya. Terdapat juga film-film yang direkomendasikan baik oleh berbagai kalangan seperti Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan My name is Khan.

Nah, mengingat potensialnya film bagi pencitraan terhadap sesuatu, tidak ada salahnya para santri yang berlatar belakang relegius, nantinya dapat menelorkan film-film bermutu dan beradab. Sehingga suguhan film yang menghiasi layar-layar televisi nasional juga dalam rangka amar ma’ruf nahy mungkar selaras dengan canggihnya akses informasi.

Maka, tidak berlebihan jika cara-cara membuat film yang baik disuguhkan oleh pakar IT Darunnajah Cipining, Ustadz sholeh Ahmad dalam kesempatan hari pertama itu, Senin (29/3). Dalam sajiannya, Ustadz yang juga menjabat kepala SMK Darunnajah ini memetakan berbagai hal yang terkait dengan perfilman, seperti tujuan, segmen pasar, jenis film, hingga teknik memaksimalkan komputer sebagai alat pembuatan film.

Di akhir presentasi, tidak lupa, film hasil editing anak-anak asuhannya didemokan di depan peserta seminar yang terdiri dari para siswi/santri kelas VII MTS/SMP hingga XI MA/SMK.  Dengan kemampuannya ini, diharapkan agar para santri merasa memiliki peluang yang sama dalam menggunakan teknologi.   (WARDAN/Billah & Asih)

Pendaftaran Santri Baru