Jauh sebelum teori multiple intelligences dicetuskan oleh Howard Gardner, Pesantren telah menerapkan keluasan wawasan pendidikan mereka dengan memberikan kesempatan kepada santri untuk mengembangkan kemampuan dan bakat mereka disegala bidang. Selalu ada ruang untuk santri berkembang. Mereka yang belum bisa berprestasi di bidang akademik bisa mengembangkan prestasi dibidang lainnya yang mereka inginkan, baik di bidan g olahraga, organisasi, seni dan lain sebagainya.
Salah satu unit kegiatan santri (UKS) yang sudah eksis dan rutin berkarya adalah LIMIT (Lintasan Imajinasi dan Seni Santri), sekumpulan bakat-bakat dibidang seni, baik lukis, kaligrafi, menggambar, menggambar komik, yang secara regular menerbitkan majalah dinding setiap hari Jum’at.
Bekerja sama dengan Bagian Kesenian, UKS LIMIT mengadakan kegiatan yang membekali santri dibidang seni, terutama dasar-dasar seni (Nirmana) dan ilustrasi dasar. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi tambahan ketrampilan santri didalam berkarya dan bagaimana bisa menggunakan karya tersebut untuk berdakwah dikemudian hari.
Sekitar 35 santri mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 25 April lalu. Sebagai pemateri adalah Sdr Reza Al-Farabi dan tim yang merupakan desainer dari RENE DESIGN SYNDICATE. Beliau merupakan desainer dibeberapa majalah, termasuk Majalah Gontor, Majalah Edukasia dan banyak lagi. Alumni Institut Seni Indonesia ini juga kebetulan merupakan sahabat dari Bapak Pimpinan ketika bersama menjadi santri LIMIT di Pondok Modern Gontor dahulu. Kegiatan ini adalah bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari Rene Design yang juga sedang menggalakkan kegiatan menggambar di masyarakat dengan program yang mereka buat “Ayo Menggambar”. Program yang mengingatkan kita dengan program Pak Tino Sidin yang dulu popular di TVRI.
Posted from WordPress for BlackBerry.

