Menu

Awas, Kena Macet di Akhirat

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

akhirat

Macet bukan sesuatu hal yang asing bagi kita dizaman modern ini, mungkin bisa dikatakan kalau semua jalanan saat ini pasti terkena macet, mungkin bila ada jalanan yang tidak macet hanya dijalanan setapak dipedesaan yang hanya dilalui oleh orang-orang desa dengan berjalan kaki.

Semua orang pastinya tidak mau bila terjebak dalam kemacetan, yang mana rasa jenuh, bosan, panas, gerah, bising dan hal yang tidak nyaman lainnya berkumpul. Menjadikan “macet” sebagai suatu yang paling dihindari dalam perjalanan.

Banyak yang mencari jalan pintas agar tidak menemukan kemacetan bila ingin bepergian, jalan yang tidak banyak dilalui kendaraan sehingga perjalanan lancar dan menyenangkan, namun pertanyaannya diamankah itu?

Bila kemacetan didunia saja membuat kita tidak nyaman bagaimana jika kita dapatkan diakhirat? Adakah diakhirat ada kemacetan? Jawabannya adalah ada.

Rasulullah saw bersabda yang artinya,

 

“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia manfaatkan, tentang ilmunya apa yang sudah diamalkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia nafkahkan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan”. 
(HR. Tirmidzi dari Abu Barzah al-Aslamy ra dan dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzi).

 

Didalam hadist diatas setidaknya ada 4 pokok perkara penting yang akan menjadikan lancar tidaknya perjalanan kita diakhirat kelak, yaitu: umur, ilmu, harta dan tubuh.

  1. Umur yang Allah swt berikan kepada kita di dunia ini, untuk apakah kita pergunakan? Sudahkah seperti yang Allah swt perintahkan “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaKU”.(Az Zariyat: 56)
  2. Ilmu yang Allah swt amanahkan kepada kita, Untuk apakah kita amalkan? Apakah benar-benar untuk memperluas da’wah islamiyah untuk mengagungkan dan mengesakan Allah swt?
  3. Harta yang Allah swt titipkan kepada kita, bagaimanakah cara kita mendapatkannya? Dan untuk apakah kita pergunakan? Sudahkah kita pergunakan untuk membesarkan memperluas agama Allah swt ?
  4. Tubuh yang Allah swt berikan kepada kita, untuk apakah kita pergunakan? Apakah untuk membantu sesama manusia dalam kebaikan, apakah kita gunakan untuk berjuang dijalan Allah swt?

 

Apabila semua yang Allah swt karuniakan kepada kita mampu dipertanggungjawabkan dengan baik maka kita akan mendapatkan kelancaran diakhirat sampai syurganya. Namun apabila sebaliknya maka kita akan mendapatkan kemacetan diakhirat yang lamanya seakan-akan tidak ada hentinya, Naaudzubillah.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Guru Atau Dokter
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor

Tentukan Pilihan Mu Sekarang! Mau Jadi Guru Atau Dokter?

Sedari kecil dulu kalau ditanya cita-cita nanti besar mau jadi apa maka diantara jawaban anak-anak mayoritas adalah ingin jadi dokter. Jawaban tersebut antara lain disebabkan