Darunnajahkindergarten, 07/09
Kemandirian anak, merupakan salah satu tujuan dari proses pembelajaran Taman Kanak-Kanak (TK). Untuk mengajarkan anak mandiri, dapat dilakukan dari hal yang kecil, misalnya, sejak awal masuk di TK, anak-anak sudah dilatih untuk tidak ditunggui orang tua. Pada hari pertama masuk sekolah, sebaiknya orang tua mulai mencoba untuk tidak menunggui anaknya di sekolah. Meskipun, tidak semua anak mau untuk ditinggal orang tuanya. Kita selalu memberikan pengertian kepada orang tua, supaya anak-anaknya bisa berlatih mandiri.
Salah satu penyebab anak takut ke sekolah adalah masalah kemandirian. Di rumah anak selalu mendapatkan apa yang diinginkan dari orangtuanya dan segala kebutuhannya selalu dilayani oleh orangtuanya. Sedangkan di sekolah, anak diajarkan untuk mandiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri dengan sedikit bantuan dari guru. Hal ini dapat membuat anak menjadi tidak nyaman di sekolah, karena ia tidak begitu nyaman apabila mengerjakan pekerjaannya sendiri. Ini salah satu hal pertama saat mulai mengenal sekolah, yang penting diajarkan ke anak usia dini. Apalagi anak yang tidak terbiasa ditinggal orang tua, penting juga mengajarkan kemandirian. Ada beberapa anak, karena tidak terbiasa mandiri , saat ditinggal sekolah ia menangis sampai terisak-isak bahkan meronta-ronta. Berbeda dengan anak yang terbiasa mandiri dan mengenal lingkungannya dengan baik, saat hari pertama sekolah , ia ditinggalpun tidak menjadi masalah dan mungkin ia langsung menemukan teman barunya.
Bagi anak-anak usia dini, latihan kemandirian ini bisa dilakukan dengan cara melibatkan anak dalam kegiatan praktis sehari-hari di rumah, seperti melatih anak mengambil air minumnya sendiri, membersihkan tempat tidurnya sendiri, buang air kecil sendiri, memakai sepatu, mengambil tasnya sendiri, menyuap makanannya sendiri, melatih anak untuk naik dan turun tangga sendiri, dan sebagainya
Dikatakannya, kemandirian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran, karena dengan memiliki sikap kemandirian, potensi yang dimiliki anak akan cepat berkembang. Semakin dini usia anak untuk berlatih mandiri dalam melakukan tugas-tugas perkembangannya, diharapkan nilai-nilai serta ketrampilan mandiri akan lebih mudah dikuasai dan dapat tertanam kuat dalam diri anak. Untuk menjadi pribadi mandiri, memang diperlukan suatu proses atau usaha yang dimulai dari melakukan tugas-tugas yang sederhana sampai akhirnya dapat menguasai ketrampilan-ketrampilan yang lebih kompleks atau lebih menantang, yang membutuhkan tingkat penguasaan motorik dan mental yang lebih tinggi. Dalam proses untuk membantu anak menjadi pribadi mandiri itulah diperlukan sikap bijaksana orangtua atau lingkungan agar anak dapat terus termotivasi dalam meningkatkan kemandiriannya.
” Selamat Datang teman baru kami di Taman Kanak Islam Darunnajah. Semoga mampu menjadi generasi muda yang didamba setiap orang. Amin. ^_^ “

