ASATIDZ DARUNNAJAH HADIRI IJTIMA’ DU’AT INDONESIA

Salah satu tujuan pendidikan pesantren Darunnajah Cipining adalah mencetak dan melahirkan para da’i (du’at) yang mau dan mampu menyampaikan risalah Islamiyah ke seluruh lapisan masyarakat. Prinsip independensi pesantren dan tidak berafiliasi kepada salah-satu organisasi massa dan partai politik tertentu –fauqa jami’i thawaif wa limashlahatil jami’-, mengandung maksud bahwa seluruh civitas, santri, alumni serta keluarga besar Darunnajah Cipining harus berperan aktif dan ambil bagian dalam da’wah, sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing. Di sinilah ditemukan makna semboyan: fi ayyi ardhin tathou fa anta masulun ‘an islamiha!.
jt 3
Sebagai wujud nyata dari kepedulian terhadap da’wah, pada hari Jum’at, 17 Juli 2009 lima asatidz Darunnajah Cipining berangkat ke Serpong Tangerang guna bergabung dengan ribuan da’i dari seluruh Indonesia. Para delegasi Darunnajah tersebut adalah Ust. Katna Putu Gandhi, S. Ag (Kepala Biro Da’wah dan Humas), Ust. Mustajab Anwar, S. Pd. I (Kepala Biro Pembangunan), Ust. Trimo Abu Labib, S. Ag (Kepala Biro Usaha), Ust. Mulyadi Abbas Al Hafidz dan Ust. Nur Rohim Al Hafidz. Pertemuan tahuan tersebut juga dihadiri oleh para utusan dari luar Negeri, antara lain Malaysia, Brunai Darussalam, Arab Saudi, India, Pakistan dan Banglades.
jt 1
Kegiatan yang mereka ikuti antara lain sholat berjama’ah, bayan, ta’lim, mudzakarah dan musyawarah. Mereka juga mempelajari tandzim/manajemen kegiatan yang nampak rapi dan tertib tersebut. Mereka juga bertemu dengan wali santri Darunnajah Cipining yang juga aktif dalam usaha da’wah itu. Para anshor ma’had Darunnajah ini diterima dan ditempatkan di tenda perugas hirasah. Adapun ribuan peserta lainnya menempati ‘tenda’ yang sangat besar di antara pepohonan kelapa, sesuai dengan daerah asal yang terbagi dalam beberapa blok.
jt 2
Pada hari Sabtu, 18 Juli 2009, Ust. Muhlisin Ibnu Muhtarom, S. H. I berkesempatan menyusul mereka. Pada hari itu bertepatan dengan kedatangan Wakil Presiden Indonesia, bapak Muhammad Yusuf Kalla ke lokasi tersebut. Menurut informasi yang dapat dipercaya, maksud kedatangan petinggi partai berlambang Pohon Beringin itu untuk Shuhbah dengan para syuro dan ulama. Dan salah satu ‘orang penting’ dalam gerakan da’wah ini adalah Maulana Sa’ad yang sengaja datang dari India.jt 4
Beberapa hari sebelumnya, pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc juga datang ke tempat ijtima tersebut. Beliau dipandu untuk melihat dari dekat persiapan-persiapan yang sedang dilakukan. Beliau juga bersua dengan beberapa kawan lama pada masa study di Gontor dan Makkah. Bahkan beliau juga bermudzakarah dengan salah satu putra A.R. Fakhruddin (almarhum) yang notabene mantan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
jt 5