Menu

Aqiqah Cucu Ke-3 K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Amalan anak yang sholeh untuk orangtuanya merupakan salah satu amalan yang pahalanya tidak terputus, walau seseorang telah meninggal dunia. Kelahiran seorang anak selain sebagai anugerah bagi orangtuanya, juga amanah Allah kepada pasangan suami istri yang harus di pelihara dan dididik dengan benar.

Selamat berbahagia kita sampaikan kepada keluarga besar Pesantren Darunnajah Cipining yang (kembali) di karuniai anak dari pasangan dari suami istri Ustadz. Musthafa Zahir dan Usth. Nailul Muna. Dalam hal ini merupakan putri Ke-2 sekaligus Cucu Ke-3 Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining yakni K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc, Semoga Allah menjadikan anak yang shalih dan berbakti kepada orangtuanya.

Putri Ke-2 pasangan tersebut di beri nama Abiidah Muharrarah Aaqilah dengan Berat badan 2,8 Kg, Tinggi 49 cm, lahir pada hari kamis,(28/03/13) pukul 16.40 WIB tepatnya di RS. Sari Asih Ciledug.

Acara Aqiqahan di adakan tepat pada Hari Rabu (10/04/13) di Gedung Sekretariat Pesantren. Dalam hal ini bersamaan dengan rapat mingguan dewan guru. Acara diawalai dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh Ust. Musthafa Zahir. Dalam hal ini beliau menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya Aqiqah. Selain itu beliau memaparkan arti dari nama Abiidah Muharrah Aaqilah

Abiidah: Hamba Allah yakni perempuan yang sangat taat beribadah, fokus dalam menjalankan tugas utamanya sebagai manusia yakni untuk beribadah,

Muharrarrah: Hamba Allah perempuan yang terbebas dari mencintai dunia, hidup dan matinya hanya untuk Allah.

Aaqilah: Perempuan yang memaksimalkan akalnya dengan baik dan benar.sehingga mampu memahami ayat-ayat Allah, baik yang ada di dalam Al-Qur’an maupun Alam semesta.

Alhamdulillah namanya diambil dari Al-Qur’an dan hadits Harapan dari kedua pasangan tersebut semoga menjadi niat yang ikhlas dan Doa yang di kabulkan oleh Allah SWT.Setelah itu acara ditutup dengan Do’a yang di bawakan langsung oleh K.H. Jamhari Abdul Jalal Lc,.

Inilah arti yang dipilih oleh Imam Ahmad bin hambal sehingga beliau berkata : “Aqiqah itu (artinya) tidak lain melainkan semblihan itu sendiri” menurut syara’ ialah penyemblihan binatang ternak pada hari ketujuh dari kelahiran anak laki-laki ataupun perempuan. Pada hari itu anak diberi nama yang baik dan rambut kepalanya dicukur.

Rasulullah  SAW bersabda : Dari samurah ra, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : “setiap anak yang baru lahir tergadai (menjadi tanggungan) dengan aqiqahnya sampai disembelih (aqiqah) itu untuknya pada hari ketujuh, dicukur dan diberi nama” (HR. Ahmad).

Jadi, Aqiqah adalah sembelihan demi mensyukuri kelahiran jabang bayi, yang telah dilaksanakan pada hari ketujuh karena Allah swt.

Adapun Hikmah disyari’atkannya aqiqah adalah mensyukuri nikmat Allah yang telah mengaruniai anak, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. untuk menyiarkan nasab atau garis keturunan pada khalayak, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar anak yang diaqiqahi dengan doa para jamaah menjadi anak yang shaleh dan bernakti kepada Allah swt dan kedua orang tua, untuk menumbuhkan kepekaan sosial terhadap fakir miskin, untuk menumbuhkan rasa rela berkorban dalam menjalankan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya,

Apapun hikmah daripada aqiqah yang di kemukakan oleh DR. Abdullah Nashih Ulwan Dalam bukunya Tarbiyatul Aulad FI Al-Islam diantaranya yaitu:

a. Aqiqah merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah  dimasa awal ia menghirupkan udara kehidupan.

b. Aqiqah merupakan tebusan bagi anak datri berbagai macam musibah, sebagaimana Allah telah menebus Ismail as., dengan hewan semblihan yang besar.

c. Sebagai pembayaran hutang anak agar kelak dihari kiamat ia dapat memberikan syafaat kepada orang tuanya.

d. Merupakan media untuk menunjukkan rasa syukur atas keberhasilan melaksanakan syari’at islam dan bertambahnya generasi mukmin.

e. Mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota masyarakat. Dalam hal ini aqiqah bisa menjadi wahana bagi berlangsungnya komunikasi dan intraksi sosial.

Demikian beberapa hikmah yang ada dibalik aqiqah, disamping itu tentu masih banyak hikmah-hilmah lainnya yang tidak sempat dikemukakan disini atau bahkan masih tersimpan dalam rahasia Allah yang memang tak terhingga, namun dari uraian di atas kiranya dapat simpulkan, bahwa dengan segala peraturan dan hukum-hukum Nya, Allah sama sekali tidak hendak menyulitkan atau membebankan manusia, Allah bahkan tidak membutuhkan apapun dari manusia. Semua yang diperintah dan dilarang-Nya adalah untuk kemaslahatan Manusia.

(WARDAN/Annisa)

Subscribe & Dapatkan Info Lainnya

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Perdana! Upacara Disiplin Di Semester Genap

Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 melaksanakan upacara disiplin mingguan nya yang pertama di tahun ajaran baru 2018/2019. dalam kesempatan kali ini pimpinan Pondok Ust Fajar

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Darunnajah Sambut Kedatangan Santriwati Setelah Liburan

Welcome Home, santri! Tak terasa libur telah usai, Pondok tercinta menanti kedatangan para santri yang bersemangat menuntut ilmuNya. Berikut dengan koper-koper,dan tas-tas jinjing yang menggambarkan