Ujian Semester Ganjil

Ujian merupakan cara terbatas untuk mengukur kemampuan seseorang. Pelaksanaan ujian dimaksudkan untuk mengukur pengetahuan seseorang atau peserta didik. Ujian juga dijadikan sebagai alat evaluasi untuk menilai berapa jauh pengetahuan sudah dikuasai dan ketrampilan yang sudah diperoleh.

Ujian dapat mendorong seseorang dalam kegiatan pembelajaran baik itu secara wawasan atau pun pengetahuan lainnya. Dalam Pesantren  kita mengenal 2 ujian yaitu ujian lisan dan tulis.

Ujian lisan ditujukan untuk menguji kemampuan santri dalam percakapan penggunaan bahasa resmi sehari hari di pesantren. Ujian lisan juga dapat membantu kita di masa depan ketika di interview oleh orang lain dan memecahkan masalah ketika dihujani berbagai pertanyaan.

Ujian tulis juga memiliki manfaat untuk melatih daya ingat dan spontanitas kita dalam mengisi jawaban yang ada di atas kertas.

بالامتحان يكرم المرء او يهان

“Dengan ujian seseorang bisa dimuliakan atau dihinakan”

Kita juga jangan sampai meremehkan ujian karena dengan ujian kita akan dimuliakan dengan keluasan ilmu pengetahuan yang akan kita dapatkan dan mendapatkan nilai yang terbaik, sedangkan kita bisa dihinakan karena tidak adanya persiapan yang matang dalam mempelajari pelajaran yang akan diujikan, dan mendapatkan nilai kecil setelah ujian nilai kecil.

Janganlah merasa ujian adalah beban tapi berfikirlah bahwa ujian adalah ajang untuk evaluasi diri setelah kita melaksanakan pembelajaran selama beberapa bulan terakhir.

(Santri Tv/Rafi)