Apa itu Bullying?
Bullying biasa disebut sebagai penggencetan. Tak hanya dilakukan oleh senior, bullying juga biasa dilakukan oleh alumni, dan bahkan oleh guru, dengan berbagai cara yang mungkin tidak disadari oleh sang guru itu sendiri.
Namun akibat yang terjadi sangat nyata, dan banyak siswa-siswi yang menjadi korban langsung dari bullying yang terus menjadi tradisi di beberapa sekolah.
Bullying bahkan menjadi tradisi tahunan di banyak sekolah di Indonesia, tanpa disadari oleh pihak sekolah sebagai suatu tindakan bullying.
Anda familiar dengan istilah ospek? Salah satu cara bullying resmi adalah saat pekan orientasi sekolah atau ospek tersebut.
Berbagai organisasi sekolah dari mulai OSIS, Pramuka, PMR, sibuk mencari cara untuk “unjuk kekuatan” di depan anak baru, dan mereka melakukan kekerasan dengan berbagai bentuk. Teriakan, hukuman push up, paksaan untuk memakan berbagai adonan makanan atau minuman asal jadi yang tidak manusiawi, banyak terjadi saat acara orientasi sekolah, pelantikan OSIS, atau acara ekskul lainnya. Sejumlah istilah seperti “Kawah chandradimuka” (kawah dimana Gatot Kaca dibakar hidup-hidup) menjadi nama dari acara-acara yang dikemas dengan menyelipkan kekerasan fisik dan mental ke dalamnya. Dan acara-acara ini pula seringkali dihadiri oleh guru, kakak kelas, dan memperoleh izin dari pihak sekolah.