Annakhiil d’Journey

BENGKULU/dn.com – Perjalanan Pimpinan Darunnajah Jakarta ke Pesantren Annakhiil Darunnajah VI Bengkulu pada Tanggal 19 – 22 Desember 2008 kemarin membawa banyak hasil dan cerita, diantaranya dalah memeriksa laporan kegiatan dan keuangan Pondok yang mengalami krisis sejak turunnya harga sawit. Penghasilan Pondok menurin drastis, namun pengeluaran untuk operasional masih tetap, bahkan ada indikasi bakal ada peningkatan pengeluaran seiring dengan berjalannya Sekolah menengah Kejuruan (SMK) yang didirikan sejak tahun lalu. Alhamdulillah masalah keuangan masih mendapatkan jalan keluar dengan adanya subsidi silang dari Pesantren pusat di Jakarta. Sehingga misi dakwah Islam harus tetap berjalan.

Beberapa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Ustadz Sofwan di Darunnajah 6 adalah dodos (pemetikan hasil buah kelapa sawit), periksa bibit (sawit), pengecekan jalan yang telah diratakan dengan doser sepanjang 7,8 km, berjalan kaki, silaturrahmi ke kerabat di muko-muko, mengadakan rapat dengan seluruh guru dan pengurus Pesantren, serta kumpul dengan para santri dan karyawan.

Bermalam di Al Barokah

Pada sore hari, Senin, 21 Desember 2008 tepatnya pk 15.00Wib rombongan (dua orang: Drs.H. Sofwan Manaf, M.Si dan Drs.Sulistiyo)dengan didampingi beberapa guru dari DN6 bertolak ke kota Bengkulu. Pukul 23.20 Wib baru tiba karena keadaan jalan rusak dan suasana hujan sepanjang jalan. Namun, "alhamdulillah, ini malam pertama KITA bermalam di pesantren Albarokah Darunnajah 11". ujar Ust Sofwan dalam emailnya ke redaksi, menggunakan fasilitas smartphone-nya. "Kita namakan Gedung Darunnajah; 2 kamar kramik, 1 yg sdh dipakai dan aula pengajian."

Di Kota Bengkulu Pesantren Al Barokah belum ada listrik masuk, jadi suasana masih gelap. "Masih 50 m lagi kabelnya. Kita tarik kabel 650 m seharga Rp 13 jt", tutur ust sofwan lagi. "Fasilitas air sudah ada dari sumur sedalam 12 m."

"Saya tidur di dalam, yang lain masih ngobrol di depan (pemondokan), ingin menikmati malam pertama. Ada pa sulistyo, pa munir, abdurrahman almn DN dan wahyu almn almansur." jelas sut sofwan. Suara binatang malam, kodok dan jangkrik ikut meramaikan suasana ngopi… disamping ust ali yg tengah NGOROK.
 
"Semoga malam ini tdk dijenguk kawanan Babi hutan.. Data di Global Positioning System (GPSMap) tertera 28 m ketinggian dari permukaan air laut. Ditempuh sejauh 263,15 km dari Pesantren Annakhiil Muko-muko Bengkulu Darunnajah 6. Atau sekitar 7,5 jam perjalanan jalur darat dengan mobil dan maksimal kecepatan 85,8 km/jam. Allahu Akbar semoga diberi kemudahan Allah swt. Amieen

Ketemu Alumni

Karena di Al Barokah DN 11 belum ada listrik, apalagi mbo dapur, pagi hari pukul 06.00 mereka harus mencari  sarapan untuk ber enam. Tibalah mereka di warung makan. dan disana mereka memesan berbagai makanan. Ada yang pesan nasi goreng, ada yang memesan mie. "Enak juga.," cerita punya cerita ternyata sang juru masak warung tersebut belajar dari orang China.

Ternyata, yang paling mengejutkan ialah sang juru masak adalah ustadz dari darunnajah? "Yaa SAYA ALUMNI… Haaaaa,"begitu pengakuan dia dipenuhi tawa riang bertemu dengan keluarga dari sesama Pondok Pesantren Darunnajah, beliau adalah alumni DN 2 Cipining. Rekan satu angkatan dengan Ade Saiful Huda, menantu H, Saifudin Arief, Ketua Umum Yayasan Darunnajah. Orang itu bernama Fauzan, asli bengkulu.