Anıtkabir, Atatürk’s Mausoleum, Ankara - 2 Anıtkabir, Atatürk’s Mausoleum, Ankara - 2

Anıtkabir, Atatürk’s Mausoleum, Ankara

Anıtkabir (secara harfiah berarti “makam peringatan”) adalah makam Mustafa Kemal Atatürk, pemimpin Perang Kemerdekaan Turki dan pendiri serta Presiden pertama Republik Turki.

Terletak di Ankara dan dirancang oleh arsitek Profesor Emin Halid Onat dan Asisten Profesor Ahmet Orhan Arda, yang proposal mengalahkan 48 entri lainnya dari beberapa negara dalam kompetisi yang diadakan oleh Pemerintah Turki pada tahun 1941 untuk “makam monumental” untuk Atatürk.

Mustafa Kemal Atatürk (19 Mei 1881 – 10 November 1938), hingga 1934 namanya adalah Gazi Mustafa Kemal Paşa, adalah seorang perwira militer dan negarawan Turki yang memimpin revolusi negara itu. Ia juga merupakan pendiri dan presiden pertama Republik Turki. Ideologinya yang sekularis dan nasionalis berikut kebijakan serta teorinya dikenal sebagai Kemalisme.

Mustafa Kemal membuktikan dirinya sebagai komandan militer yang sukses selama berdinas sebagai komandan divisi dalam Pertempuran Gallipoli. Setelah kekalahan Kesultanan Utsmaniyah di tangan tentara Sekutu, dan rencana-rencana berikutnya untuk memecah negara itu, Mustafa Kemal memimpin gerakan nasional Turki dalam apa yang kemudian menjadi Perang Kemerdekaan Turki.

Kampanye militernya yang sukses menghasilkan kemerdekaan negara ini dan terbentuknya Republik Turki. Sebagai presiden yang pertama, Mustafa Kemal memperkenalkan serangkaian pembaruan luas dalam usahanya menciptakan sebuah negara modern yang sekuler dan demokratis.

Peserta Social Cultural Visit to Turkiye (SCV) tahun 2022 ini dapat berkunjung ke Anıtkabir, Atatürk’s Mausoleum, Ankara. Selain itu, juga berjumpa dengan Alumni Darunnajah yang berada di Ankara.

Bersama Alumni Darunnajah di Anıtkabir, Atatürk’s Mausoleum, Ankara
Bersama Alumni Darunnajah di Anıtkabir, Atatürk’s Mausoleum, Ankara
Anıtkabir, Atatürk’s Mausoleum, Ankara
Anıtkabir, Atatürk’s Mausoleum, Ankara

Menurut Hukum Nama Keluarga, Majelis Agung Turki memberikan kepada Mustafa Kemal nama belakang “Atatürk” (yang berarti “Bapak Bangsa Turki”) pada 24 November 1934. Mustafa Kemal menggunakan beberapa tahun berikutnya untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya di Turki dan melembagakan berbagai pembaruan politik, ekonomi dan sosial yang meluas.

Pembaruan-pembaruan ini mengakibatkan oposisi di lingkungan Partai Rakyat Republik (Cumhuriyet Halk Fırkası dalam bahasa Turki) yang didirikan oleh Mustafa Kemal pada 9 September 1923. Kemudian Mustafa Kemal memerintahkan Jenderal Kâzım Karabekir untuk mendirikan Partai Republik Progresif (Terakkiperver Cumhuriyet Fırkası dalam bahasa Turki) sebagai oposisi di Dewan Nasional Turki.

Partai ini menentang sosialisme negara dari Partai Rakyat Republik dan mengusulkan liberalisme. Tetapi setelah beberapa lama, partai ini diambil alih oleh orang-orang yang dianggap Atatürk sebagai fundamentalis.

Pada 1925, sebagian sebagai tanggap terhadap provokasi dari Syekh Said, dikeluarkanlah Undang-undang untuk Mempertahankan Ketertiban, yang memberikan kekuasaan kepada Atatürk untuk membubarkan kelompok-kelompok subversif.

Partai Republik Progresif dengan segera dibubarkan dengan undang-undang yang baru ini, suatu tindakan yang dianggapnya perlu untuk mempertahankan negara Turki.

Namun, tindakan ini menyebabkan banyak orang Turki menjadi kecewa dengan Atatürk, dan menganggapnya sebagai tindakan seorang diktator.

(DN.COM/almas_khalishah)