Pernahkah kita membayangkan betapa produktifnya waktu malam para santri? Malam yang biasanya digunakan untuk istirahat, justru menjadi waktu istimewa bagi para santri Darunnajah untuk mengasah kemampuan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tulisan ini membahas tentang tiga kegiatan utama santri Darunnajah di malam hari yaitu muhadatsah, belajar malam, dan qiyamullail. Berikut uraiannya:
Mengapa Muhadatsah di Malam Hari?
Ketika matahari terbenam, halaman pesantren dipenuhi santri yang berbincang dalam bahasa Arab atau bahasa Inggris sesuai dengan pergantian bahasa mingguan. Mereka saling bertukar cerita dan pengalaman menggunakan kosakata yang telah dipelajari.
Sebelum kegiatan belajar malam dimulai, santri diwajibkan untuk mengikuti muhadatsah yang dibimbing langsung dengan para mudabbir (santri kelas 5 TMI). Kegiatan muhadatsah ini memiliki tujuan utama yaitu menambah kosa kata para santri dan membiasakan santri untuk berbahasa.
Bagaimana Cara Belajar Malam?
Para santri akan berpencar di area pondok pesantren agar menemukan tempat yang nyaman untuk belajar malam. Santri melaksanakan belajar malam secara individual, bekelompok atau dalam pengawasan dengan wali kelasnya masing-masing.
Dengan diadakan kegiatan belajar malam, santri dapat mengulang kembali pelajaran yang sudah diajarkan di sekolah, menghafal Al-Qur’an dan do’a ibadah amaliyah, atau mempelajari bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Apa Istimewanya Qiyamullail?
Di sepertiga malam terakhir, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an memenuhi masjid pesantren. Para santri khusyuk menunaikan shalat tahajud berjamaah.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu yang tidak seorang muslim pun meminta kebaikan kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah akan memberikannya. Dan itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)
Lalu bagaimana santri beristirahat?
Selepas kegiatan belajar malam, santri akan kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat. Dengan manajemen waktu seperti ini santri tidak akan mudah merasa lelah karena memiliki jam istirahat yang sudah terjadwal.
Santri akan dibangunkan kembali untuk melaksanakan qiyyamullail bersama di masjid dan melaksanakan shalat subuh berjama’ah.
Kegiatan malam santri Darunnajah membuktikan bahwa waktu yang berkualitas akan menghasilkan pribadi yang berkualitas. Muhadatsah mengasah kemampuan berbahasa, belajar malam meningkatkan prestasi akademik, dan qiyamullail menguatkan spiritualitas.
Mari kita teladani semangat para santri dalam memanfaatkan waktu malam. Mulailah dengan aktivitas yang ringan namun konsisten untuk mendapatkan keberkahan di setiap waktu.