Anak Pendiam Masih Bisa Diatasi

DNKindergarften, 25/07

Setiap anak (sebagaimana semua manusia) adalah unik, berbeda satu sama lain. Maha besar Allah yang telah menciptakannya. Oleh karena itu, masalah yang sama antara satu anak dengan yang lain belum tentu memiliki latar belakang sama, dan belum tentu juga memiliki solusi yang sama. Maka setiap masalah anak, perlu ditelusuri kekhasannya sehingga kita dapat menemukan akar masalah untuk menyusun solusi dari situ. Masalah kesulitan bersosialisasi yang membuat anak pendiam secara umum adalah masalah yang umum terjadi dengan range 20-30% populasi anak mengalami dengan latar belakang berbeda. Sebagai catatan, tidak semua anak yang memiliki sosialisasi yang kurang kemudian menjadi bermasalah dalam bidang akademis, namun masalah ini jika dibiarkan akan menghambat kecerdasan emosinya, yang akan sangat diperlukan dalam konteks sosialisasi (berorganisasi jika disekolah, bekerja jika sudah besar nanti).

Cara menghadapi anak yang pemalu atau pendiam, kita harus memberikan :
1. Perhatian,
2. Motivasi,
3. Pujian,


1. PERHATIAN

Dengan memberikan perhatian kita akan membuat si anak merasa ada di lingkungannya berada. Seperti memberikan kesempatan dia untuk tampil ke depan kelas agar dia memperoleh kepercyaan diri saat berada di depan kelas dan di sana dia kemudian terpancing untuk mencoba kembali tampil di depan.

2. MOTIVASI

Dengan memberikan motivasi maka kita akan memberikan suatu acuan atau dorongan agar dia terpacu untuk tampil dan berkreasi. Seperti memberikan suatu percontohan yang baik untuk melakukan suatu kegiatan dan tugas.

3. PUJIAN

Tidak lupa memberikan suatu pujian saat dia telah berhasil melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dia kerjakan,karena dengan memberikan suatu pujian itu dapat memberikan suatu rasa kepercayaan diri .Tetapi jangan terlalu berlebihan karena itu dapat membuat si anak merasa terlalu bisa melakukan segalanya dan akhirnya lupa akan posisi sebenarnya.