Program Amaliyah Tadris (Praktek Mengajar) Perdana tahun 2026 resmi dilaksanakan di Aula Fathan Mubina, Darunnajah 3, pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang awal bagi santriwati kelas akhir TMI untuk mengasah kemampuan mengajar secara langsung di hadapan pembimbing, penguji, dan sesama santriwati.

Santriwati atas nama Nailah Ramadhani menjadi peserta perdana dalam pelaksanaan Amaliyah Tadris tahun ini. Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga 07.40 WIB, kemudian dilanjutkan dengan sesi evaluasi bersama. Hadir dalam kegiatan tersebut para pembimbing, yakni Ust. Asep Saepudin, S.Pd. dan Usth. Yosvi Anggrariani Putri, S.Pd., serta Ketua Muntaqid Ust. Nur Ali Saputra, S.Th.I., M.Pd. Turut hadir pula dewan guru, santriwati kelas 6, dan santriwati kelas 5 sebagai peserta observasi.
Dalam praktik mengajarnya, Nailah menyampaikan materi pelajaran Muthola’ah berjudul “عبد الله والعصفور” menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar. Seluruh rangkaian pembelajaran, mulai dari pembukaan, penyampaian materi, hingga penutup, berlangsung dengan pengawasan ketat dari para pembimbing dan penilai.
Kegiatan ini merupakan program tahunan yang bertujuan membentuk kompetensi santriwati dalam dunia pengajaran. Tidak hanya menekankan pada kemampuan menyampaikan materi, Amaliyah Tadris juga mencakup aspek persiapan pembelajaran, metode penyampaian, serta kemampuan melakukan evaluasi terhadap proses belajar mengajar.
Usai sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi terbuka. Para santriwati kelas akhir secara bergiliran menyampaikan kritik dan masukan terhadap penampilan Nailah. Evaluasi kemudian diperdalam oleh para guru, yang menyoroti berbagai aspek penting, seperti metode mengajar (الطريقة), penguasaan materi (المادة), kondisi dan kesiapan guru saat mengajar (الأحوال), penggunaan bahasa (اللغة), dan aspek lainnya.
Proses evaluasi ini berlangsung secara konstruktif dan edukatif. Kritik yang disampaikan tidak semata-mata untuk menyoroti kekurangan, melainkan sebagai upaya bersama dalam membentuk standar pengajaran yang ideal dan profesional.
Pelaksanaan Amaliyah Tadris Perdana ini diharapkan menjadi model pembelajaran bagi seluruh santriwati, khususnya calon pengajar di masa mendatang. Dengan adanya praktik langsung dan evaluasi menyeluruh, program ini diharapkan mampu melahirkan pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga matang dalam metode dan sikap mengajar.
