Suasana kelas-kelas di Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 tampak berbeda sejak akhir Januari 2026. Papan tulis dipenuhi skema pelajaran, sementara santri berdiri di depan kelas dengan percaya diri, memainkan peran sebagai guru.
Agenda itu bernama Amaliyah Tadris, sebuah praktik mengajar bagi seluruh santri dan santriwati kelas 6 TMI. Program ini menjadi penanda fase akhir pendidikan Tarbiyatul Muallimin dan Muallimat Al-Islamiyah sebelum mereka menuntaskan masa belajar.
Amaliyah Tadris digelar di seluruh ruang kelas Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14. Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai 20 hingga 29 Januari 2026, dengan jadwal yang tertata rapi dan disiplin khas pesantren modern.

Seluruh santri kelas 6 TMI terlibat tanpa kecuali. Mereka bergantian tampil sebagai pengajar, sementara rekan seangkatan berperan sebagai murid yang aktif dan kritis dalam proses pembelajaran.
Sebelum praktik dimulai, Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 lebih dahulu mengadakan pembekalan intensif selama empat hari. Dalam masa ini, santri dibekali metode mengajar, penguasaan kelas, serta teknik penyampaian materi yang komunikatif.
Setiap santri menerima mata pelajaran yang berbeda sebagai bahan ajar. Penentuan pelajaran dilakukan melalui pemanggilan khusus oleh staf TMI Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14, sehingga setiap peserta diuji kesiapan dan fleksibilitasnya.
Amaliyah Tadris perdana dimulai pada 20–21 Januari 2026. Pelajaran Muthola’ah dan Bahasa Inggris menjadi pembuka, menghadirkan suasana kelas yang dinamis dengan dialog, latihan membaca, dan interaksi dua arah.

Program ini bukan sekadar formalitas akademik. Amaliyah Tadris menjadi bagian penting dari penilaian akhir dan berpengaruh langsung terhadap kelulusan santri kelas 6 TMI di Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14.
Melalui simulasi ini, santri dilatih mengintegrasikan ilmu, adab, dan tanggung jawab. Mereka belajar bahwa mengajar bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun karakter dan keteladanan.
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 menempatkan Amaliyah Tadris sebagai ruang belajar nyata. Di sinilah santri ditempa menjadi calon pendidik yang siap terjun ke masyarakat dengan bekal ilmu, mental, dan optimisme.
Dengan semangat belajar yang terus terjaga, Amaliyah Tadris mencerminkan wajah pendidikan pesantren modern. Tradisi, disiplin, dan inovasi berpadu untuk menyiapkan generasi pendidik masa depan.




