JAKARTA/dn.com – Santri Kelas VI Tarbiyatul Muallimin/at Al-Islamiyah (TMI) Darunnajah telah melaksanakan kegiatan Amaliyah Tadris (Praktik Mengajar) yang merupakan kegiatan wajib Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dan sebagai persyaratan kelulusan santri nihai/kelas akhir. Hal ini juga bertujuan untuk mendidik para santriwan dan santriwatinya bagaimana mengajar dan menjadi guru yang baik, dimana mereka kelak akan menjadi muballigh/muballighah di masyarakat. Diharapkan ketika terjun ke masyarakat mereka sudah punya pengalaman mengajar atau menyampaikan dakwahnya.
Praktik mengajar yang ada di Darunnajah ini bukan sekedar mengajar pada umumnya, namun disini lebih ditekankan penggunaan bahasa resmi Pondok, yaitu bahasa Arab dan Inggris. Karena ini merupakan salah satu sunnah pondok dan sebagai persyaratan kelulusan, maka seluruh santriwan-santriwati TMI Darunnajah diharuskan mengikutinya. Sejumlah 264 santri putra dan putri dari Darunnajah pusat dan dari Pesantren An Nur Darunnajah 8 mengawalinya dengan mengikuti pembekalan Amaliah Tadris yang telah dilaksanakan selama delapan hari sejak hari Sabtu – Selasa, 23 – 26 Robiul Awal 1435 H/25 – 28 Januari 2014.
Praktik mengajar/Amaliyah Tadris dilaksanakan hari Rabu, 29 Januari yang merupakan praktik percontohan. Untuk Santri putra dilaksanakan di Gedung Rektorat sedangkan santriwati di Gedung Olahraga (GOR).
Pelaksanaan amaliyah tadris bagi santri nihai lainnya dilaksanakan Rabu, 29 Januari – Sabtu, 8 Februari 2014 yang mendapat bimbingan dari ustadz dan ustadzah dengan materi pelajaran yang telah dibagikan sejak pembekalan diantaranya yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, grammar, Muthola’ah, Aqidah, Imla’, fiqih, mahfudhot, Nahwu, Tafsir dan Hadits.
Semoga kegiatan amaliyah tadris ini dapat mempersiapkan santri sebagai kader umat dan bangsa yang berguna di masyarakat kelak.