Alumni Pesantren yang Menjadi Pengembang Gim — Logika dan Kreativitas yang Bertemu
Pengembangan gim mungkin satu-satunya bidang yang menuntut kemampuan berpikir logis seketat pemrogram sekaligus kemampuan bercerita sebaik penulis. Sebuah gim harus berjalan dengan logika yang sempurna karena satu kesalahan kode membuatnya berhenti bekerja. Namun gim yang hanya berjalan dengan baik tanpa cerita dan pengalaman yang menarik tidak akan dimainkan siapa pun. Kedua kemampuan ini jarang dimiliki satu orang sekaligus.
Bagi orang tua yang masih ragu antara pesantren dan sekolah umum untuk anak yang berminat teknologi kreatif, industri gim menjadi bidang yang perlu dipahami. Gim memang kerap dianggap sekadar hiburan yang membuang waktu dan bukan jalur karir yang serius. Anggapan itu perlu ditimbang ulang, sebab industri gim global saat ini bernilai lebih besar dari industri film dan musik digabungkan.
Jalur ini pun ditempuh sejumlah alumni pesantren yang menekuni pengembangan gim. Ada yang bekerja di studio gim Indonesia, sebagian di studio internasional, sebagian mengembangkan gim sendiri secara mandiri, sebagian fokus pada gim edukatif.
Perbandingan dengan Profesi Teknologi Lain
Bila dibandingkan dengan profesi teknologi lain seperti pengembang aplikasi atau analis data, pengembangan gim memiliki karakter yang cukup berbeda.
Pengembang aplikasi biasanya bekerja untuk memecahkan masalah yang jelas. Aplikasi perbankan harus memudahkan transaksi. Aplikasi transportasi harus memudahkan pemesanan. Keberhasilan diukur dari seberapa efisien masalah terpecahkan. Pekerjaan lebih bersifat teknis dan terstruktur.
Pengembang gim bekerja untuk menciptakan pengalaman. Keberhasilan diukur dari apakah pemain merasa senang, tertantang, terharu, atau penasaran. Ini adalah ukuran yang jauh lebih sulit karena menyangkut perasaan manusia yang tidak bisa dihitung dengan rumus.
Pada pengembangan aplikasi, spesifikasi biasanya jelas sejak awal. Pada pengembangan gim, banyak hal baru diketahui justru setelah dicoba. Sebuah gagasan yang terdengar bagus di atas kertas bisa ternyata membosankan ketika dimainkan. Ini menuntut kesediaan mengulang dan membuang pekerjaan yang sudah selesai.
Pada pengembangan aplikasi, tim biasanya terdiri dari orang dengan latar teknis serupa. Pada pengembangan gim, tim terdiri dari pemrogram, seniman, penulis, dan perancang suara yang cara berpikirnya sangat berbeda. Mengelola kolaborasi seperti ini menuntut kemampuan berkomunikasi lintas cara berpikir.
Pada aspek waktu, gim biasanya membutuhkan waktu pengembangan yang jauh lebih panjang. Kesabaran mengerjakan proyek selama bertahun-tahun sebelum ada yang memainkannya menuntut ketahanan mental yang tidak biasa.
Di sinilah alumni pesantren memiliki kombinasi yang menarik. Kemampuan berpikir logis yang terbangun dari kebiasaan menelaah struktur bahasa Arab dan diskusi fiqih yang sangat sistematis. Kemampuan bercerita yang terbangun dari ribuan kisah yang mereka serap. Kesabaran menjalani proses panjang yang terlatih selama bertahun-tahun. Ketiganya dibutuhkan sekaligus di bidang ini.
Peluang di Industri Gim
Industri gim Indonesia sedang tumbuh dengan cepat namun masih kekurangan tenaga terampil. Beberapa studio gim Indonesia sudah menghasilkan karya yang diakui di pasar internasional. Kebutuhan akan pengembang gim terus meningkat.
Peluang bekerja untuk studio internasional juga terbuka lebar. Banyak studio besar mempekerjakan pengembang dari berbagai negara secara jarak jauh. Yang dinilai adalah portofolio dan kemampuan, bukan lokasi. Bayaran untuk pekerjaan seperti ini biasanya sangat kompetitif.
Peluang mengembangkan gim sendiri secara mandiri juga menjadi jalur yang nyata. Platform distribusi digital memungkinkan pengembang kecil menjual gim langsung ke pemain di seluruh dunia tanpa memerlukan penerbit besar. Beberapa gim buatan pengembang tunggal berhasil meraih penjualan yang sangat besar.
Peluang di bidang gim edukatif menjadi area yang bermakna dan kurang tergarap. Banyak konsep sulit dalam matematika, sains, atau bahasa yang bisa diajarkan jauh lebih efektif melalui gim. Sektor ini membutuhkan pengembang yang memahami pendidikan sekaligus teknologi.
Peluang di bidang gim dengan muatan nilai Islami juga menjadi ruang yang sangat kosong. Anak-anak Muslim memainkan gim setiap hari namun hampir tidak ada gim berkualitas yang dibuat dengan kesadaran nilai. Bukan gim yang berisi ceramah, karena itu tidak akan dimainkan. Melainkan gim yang benar-benar menyenangkan namun tidak mengandung hal yang bertentangan dengan nilai.
Beberapa alumni pesantren melihat kekosongan ini sebagai peluang sekaligus tanggung jawab. Mereka mengembangkan gim yang bisa dimainkan anak Muslim tanpa kekhawatiran orang tua, namun tetap menarik sehingga anak benar-benar mau memainkannya.
Bidang Kerja dalam Pengembangan Gim
Bidang pemrograman gim menangani penulisan kode yang membuat gim berjalan. Bidang ini menuntut penguasaan logika yang kuat dan kemampuan memecahkan masalah teknis yang rumit.
Bidang perancangan permainan menangani penciptaan aturan, tantangan, dan alur pengalaman pemain. Bidang ini menuntut pemahaman tentang psikologi manusia dan apa yang membuat sesuatu terasa menyenangkan.
Bidang seni gim menangani penciptaan visual mulai dari karakter, lingkungan, sampai antarmuka. Bidang ini menuntut kemampuan seni rupa yang kuat.
Bidang penulisan naratif menangani penciptaan cerita, dialog, dan latar dunia gim. Bidang ini sesuai bagi yang kuat bercerita namun tidak berminat pemrograman.
Bidang tata suara menangani penciptaan musik dan efek suara. Suara sangat menentukan pengalaman bermain meski jarang disadari pemain.
Bidang pengujian menangani pencarian kesalahan dalam gim sebelum dirilis. Bidang ini menuntut ketelitian yang sangat tinggi dan kesabaran memainkan bagian yang sama berulang kali.
Bidang produksi menangani pengelolaan proyek dan koordinasi tim. Bidang ini menuntut kemampuan memimpin dan mengatur yang sangat relevan dengan pengalaman organisasi santri.
Bagi orang tua yang masih ragu antara pesantren dan sekolah umum untuk anak berminat teknologi kreatif, jenjang pesantren modern memberi kombinasi logika dan kemampuan bercerita yang justru sangat dibutuhkan di bidang ini. Yang perlu ditambahkan adalah penguasaan pemrograman dan perangkat lunak yang harus dipelajari dengan serius.
Perjalanan menjadi pengembang gim seperti yang dibahas di sini memang menuntut dua jenis kemampuan yang jarang bertemu dalam satu orang. Yang efektif adalah kombinasi berpikir logis dan kepekaan bercerita yang keduanya terbangun secara alami di lingkungan pesantren. Pesantren Darunnajah 2 Cipining berusaha menyediakan pondasi tersebut bagi anak yang dititipkan di sana. Tentu setiap keluarga juga punya cara sendiri untuk membantu anak mengembangkan minat teknologi kreatifnya.
Bila Ingin Berbincang Lebih Jauh
Bila Bapak atau Ibu ingin berbincang lebih jauh, bisa langsung menghubungi WhatsApp di wa.me/62812111180. Pertanyaan apapun akan dijawab dengan tenang dari pengalaman keseharian, bukan dari brosur. Kunjungan langsung juga terbuka setiap hari tanpa perlu janji terlebih dahulu, dan biasanya pengamatan sendiri memberi gambaran yang lebih utuh dari apa yang bisa dijelaskan dalam tulisan.