Alumni Darunnajah Melanjutkan Study ke Jerman

JAKARTA/dn.com – Tarbiyatul Mu’allimin.at Al Islamiyah (TMI) Darunnajah sudah mempunyai ribuan alumni yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Pada Tahun 2013 ini, Darunnajah kembali memberangkatkan alumni ke Luar negeri untuk melanjutkan study ke Jerman dan Perancis, Eropa. Mereka akan berangkat pada tanggal 9 Robiul Awal 1435 H/11 Januari 2014 sebanyak 10 orang ke Jerman dan 1 orang ke Perancis.

Sebagai guru pengantar, terpilih Ust.H.M. Ghufron Dardiri, M.Pd. dan Ust M. Hasan Darojat, S.Q., M.A. keduanya pengajar berasal dari Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, dipilih oleh Program exzellent.

Setelah mengikuti perjalanan selama 14 jam dari Jakarta-Frankfurt, rombongan tiba di Jerman di kota Frankfurt. Setibanya di Berlin. Guru pendamping beserta 30 siswa/i dari Indonesia yang akan kuliah S1 di berbagai universitas di wilayah Jerman, difasilitasi oleh pihak Excellent Institute. Mendarat di Bandara Frankfurt hari Sabtu, pukul 07.30 waktu setempat dan langsung melanjutkan mengantar 2 siswa yang akan kuliah di  kota Hannouver. Selama berada di Jerman, mereka tinggal di kota Berlin. sekaligus melihat dan mengantarkan proses pendaftaran mahasiswa baru untuk pendataan awal di kantor wilayah kota Berlin.

“Mohon doanya karena (di Jerman, Eropa) sedang musim dingin dan perlu adaptasi, sudah 5 rangkap pakaian kita pakai, tetap rasa dingin masih terasa,” itulah komentar dari Ust Ghufron yang telah merasakan perjalanan musim dingin memang kurang nyaman.

Di Hannover, mereka bertemu dengan seorang alumni Pondok Modern Gontor yang kebetulan seangkatan dengan  mereka (alumni 97) bernama Amru Rizal. Dia sedang kuliah S3 konsentrasi di bidang Matematika. Sebelum belajar di Gontor, ia pernah belajar di Darunnajah selama 6 bulan dan wali kelasnya Ustadz  H. Agus Sugianto, S.Ag., M.M.

Dari Hannover mereka melanjutkan perjalanan ke Berlin yang memakan waktu sekitar 4-5 jam. Selama berada di sana, untuk beristirahat dan menginap menempati di apartment sewaan untuk beberapa hari selama di Berlin. Hari berikutnya mulai melihat proses pendaftaran para mahasiswa baru di kantor Burger Amt (kantor wilayah kota) untuk mendaftar sebagai penghuni baru di Jerman. Di Indonesia semacam lapor diri ke RT bagi tamu yang tinggal lebih dari 24 jam.